“Bukan menyalahkan masyarakat, tapi kita berpikir penanggulangan bencana tidak semata mata tugas pemerintah saja. Namun tugas semua pihak, termasuk masyarakat sendiri,”katanya.
Edukasi pra bencana berupa mitigasi bencana, menurut Fitron merupakan suatu formula ampuh dalam meminimalisir dampak kerusakan maupun mencegah bencana terjadi.
Ia pun mengibaratkan masyarakat dengan botol kemasan minuman, yang mana jika botol kemasan itu kosong dan dicengkram dalam hal ini oleh bencana alam, maka botol itu akan menjadi rusak.
“Sebaliknya, jika masyarakat kita edukasi, kita berikan mitigasi bencana maka masyarakat dapat menjadi tangguh. Sehingga jika ada cengkraman, botol yang sudah diisi itu masih akan tetap kokoh,” ucapnya.
Tentang informasi, Fitron meminta kepada stakeholder terkait untuk membuat suatu kanal infomasi terpadu tentang kebencanaan. Yang mana, pada kanal itu semua informasi kebencanaan yang terjadi di wilayah Banten bisa diakses oleh seluruh masyarakat.











