PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Prajurit Yonif Mekanis 320/Badak Putih akan menjalankan tugas menjadi Penjaga Perdamaian Dunia di wilayah Lebanon Selatan di bawah bendera PBB. Prajurit Yonmek 320/ Badak Putih tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Yonmek TNI Kontingen Garuda (Konga) United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) XXIII-Q tahun 2023.
Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 1 Kostrad Mayjen TNI Bobby Rinal Makmun mengatakan, Yonif Mekanis 320/Badak Putih yang akan bertugas ke wilayah Lebanon Selatan tergabung di dalam Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-Q.
“Sebelum diberangkatkan, Satgas Yonmek Konga XXIII-Q mengikuti kegiatan latihan Pre Deployment Training (PDT). Yang dilaksanakan selama 30 hari dari tanggal 7 Januari sampai 9 Februari 2023,” katanya yang dikutip dari laman tni.mil.id, Sabtu, 18 Februari 2023.
Latihan PDT berlangsung di Markas Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Kecamatan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Adapun untuk rencana awal pemberangkatan Satgas pada tanggal 1 Maret 2023 di bawah bendera PBB ke daerah penugasan di Wilayah Lebanon Selatan.
“Penugasan ke luar negeri adalah suatu kebanggaan bagi satuan dan keluarga. Oleh karena itu manfaatkan momen kesempatan penugasan ini untuk menjalankan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab,” katanya.
Kemudian selama bertugas, senantiasa selalu menjaga kepercayaan serta kehormatan bangsa dan negara. Pelaksanaan latihan pratugas selama satu bulan lamanya ditujukan untuk memberikan gambaran dan pengetahuan tentang misi perdamaian PBB.
“Dan memberikan pemahaman kondisi terakhir di daerah misi. Sehingga prajurit TNI mampu melaksanakan tugas dengan profesional sesuai dengan standar PBB,” katanya.
Sementara itu, Komandan Yonif Mekanis 320/Badak Putih Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri Andika Suseno mengatakan, jumlah prajurit Yonmek 320/Badak Putih yang rencananya akan diberangkatkan sebanyak 407 personel.
“Berangkat dari Yonmek 320/Badak Putih rencananya tanggal 24 Februari 2023. Sebelum berangkat Satgas Yonmek TNI Konga UNIFIL XXIII-Q, melaksanakan tradisi satuan,” katanya.
Tradisi satuan diikuti oleh, dirinya dan Wakil Komandan Yonif Mekanis 320/Badak Putih Mayor Infanteri Febriyanto. Beserta seluruh Prajurit yang ikut Satgas Yonmek TNI Konga UNIFIL XXII-Q.
“Adapun kegiatan tradisi yang di laksanakan sebelum berangkat tugas yaitu ziarah keliling Banten (Serang-Pandeglang). Makna atau filosofinya untuk mengenang perjuangan Sultan
Maulana Hasanuddin, Sultan Maulana Yusuf, Sultan Ageng Tirtayasa, dan lain-lain dalam melawan penjajahan Belanda di tanah Banten,” katanya.
Setelah itu, dilanjutkan ziarah ke Kubangan Badak (Cianjur). Makna atau filosofinya itu bahwa Kubangan Badak merupakan petilasan dari Syech Abdul Gofur saat melawan penduduk pribumi ketika menyebarkan agama Islam di daerah Cianjur.
“Sehingga nama Badak dijadikan nama satuan 320. Lalu melaksanakan tradisi naik Gunung Karang,” katanya.
Menaiki atau mendaki Gunung Karang melalui pintu Desa Kaduengang, Kecamatan Cadasari itu mengandung makna atau filosofinya mengenang para prajurit tentara dalam melawan penjajah dan Gunung Karang dijadikan sebagai markasnya para prajurit.
“Di puncak Gunung Karang juga terdapat tujuh mata air dengan filosofinya tujuh lubang nafsu di kepala yang harus di kendalikan. Akhir acara tradisi satuan Yonif Mekanis 320/Badak Putih di tutup dengan upacara pengambilan mata air sumur 7 di atas puncak Gunung Karang,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Aas Arbi











