TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Rendahnya kesadaran warga Banten menggunakan alat kontrasepsi disorot Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Hal itu berdampak pada tingginya jumlah angka kelahiran perempuan di Banten.
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo pun menginstruksikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Rusman Effendi agar dapat menekan angka total fertility rate (TFR) atau rata-rata perempuan melahirkan di Banten.
Hal itu disampaikan
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo saat melantik Rusman Effendi menjadi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten dan Wahidin sebagai Kepala Biro Perencanaan BKKBN
Jumat 17 Februari 2023 di Auditorium BKKBN Pusat.
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan, Perwakilan BKKBN Provinsi Banten harus lebih serius mengatasi masih tingginya angka total fertility rate (TFR) atau rata-rata perempuan melahirkan di Banten.
“Jumlah angka TFR Provinsi Banten masih berada pada angka 2,42,” ujarnya dikutip radarbanten.co.id dari akun Instagram @bkkbnoficial, Sabtu 18 Februari 2023.
Hasto berharap, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten yang baru mampu menurunkannya tanpa menjadikan status ekonomi masyarakat Banten yang sulit sebagai hambatannya.
“Di Biro Perencanaan, saya kira tantangannya cukup besar karena banyak program baru yang harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan dengan ketegasan BKKBN dalam percepatan penurunan stunting,” imbuhnya.
“Banyak hal yang harus diperjuangkan dari sisi anggaran existing, kita masih harus berjuang keras di tahun ini untuk biro perencanaan bersama pak Sestama dan biro keuangan dan unit satker-satker terkait untuk memperjuangkan alat kontrasepsi yang kurang di tahun 2023 ini,” tambahnya.
Menurut Hasto, masalah tersebut merupakan pekerjaan rumah yang paling utama.
“Karena apabila tidak bisa dipenuhi alat kontrasepsi maka di awal tahun depan akan menjadi krisis hingga akhir tahun,” tambahnya.
Hasto berharap, biro perencanaan lebih responsif terhadap masukan-masukan dari daerah dan mengawal pelaksanaan Dana Alokasi Khusus BOKB (Bantuan Operasional Keluarga Berencana) di Kabupaten/Kota.
Reporter: Angger Gita Rezha
Editor: Aas Arbi











