Gejala infeksi bakteri yang terjadi bisa berupa pembengkakan, kemerahan, demam, dan rasa sakit terutama saat buang air kecil.
Ancaman bahaya kedua adalah menjadi media penularan penyakit kelamin. Bahaya ini bisa terjadi jika tidak hati-hati memilih studio tindik kelamin, alat-alat yang dipakai mungkin tidak benar-benar steril dan baru.
Mayo Clinic menyebutkan bahwa alat-alat tindik yang tidak steril atau bekas berisiko menyebabkan penularan virus seperti HIV, hepatitis, tetanus, dan virus penyebab penyakit kelamin lainnya.
Bahaya selanjutnya adalah bisa menimbulkan iritasi pada bagian alat kelamin seperti ruam, kemerahan, gatal, demam, dan keluar cairan bening dari bekas tindikan.
Kemudian, tindikan juga memungkinkan bisa menyebabkan pendarahan pada bagian kelamin terutama selama proses penyembuhan luka bekas tindikan.











