RADARBANTEN.CO.ID – Sebagai orangtua, tentu tak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada buah hati. Terutama, bagi anak di usia remaja yang sedang fase pencarian jati diri serta memiliki rasa penasaran yang besar untuk melakukan banyak hal.
Kenakalan-kenakalan remaja yang saat ini terjadi, yang porsinya melewati batas, atau keterlaluan seperti melakukan tindak kekerasan melalui geng motor, tindakan asusila, seks bebas hingga miras dan narkotika, bisa jadi disebabkan oleh kesehatan mental yang buruk.
Hal ini yang terkadang tidak disadari para orangtua. Sehingga, ketika gejala-gejala rusaknya mental sang anak terjadi, orangtua hanya dianggap biasa dan cenderung mengabaikannya. Padahal, jika tidak ditangani dengan baik, dampaknya bisa sangat luar biasa.
Lalu, gejala apa saja yang dialami remaja ketika mengalami kesehatan mental yang buruk?
Kemudian, apa saja yang menyebabkan itu terjadi?
Lalu, apa yang seharusnya dilakukan orangtua agar dampak rusaknya kesehatan mental ini tidak menimbulkan dampak yang merugikan?











