Untuk menanganinya, kata dr Vivi, salah satunya adalah remaja perlu diyakinkan bahwa dirinya bisa dan mampu berbicara kepada orang di lingkungannya yang mem-bully. Bahwa, dirinya tidak suka diperlakukan seperti itu atau body shaming, terbuka, tunjukkan tidak suka tapi dengan cara yang baik.
Hal ini bisa dilakukan jika komunikasi antara anak dan orangtua berjalan dengan baik. Begitupun sebaliknya, anak remaja akan cenderung menyimpan perasaan tidak sukanya sendiri, sehingga akan menimbulkan emosi dan kecemasan yang berdampak pada terganggunya kesehatan mental. (drp/don)











