“Saya harapkan di tahun 2023 dan tahun 2024, kita hadirkan program-program pemberdayaan dan program enterpreneur bagi mereka yang berpenghasilan Rp 358 ribu perbulan,” ujar Benyamin.
Di tempat yang sama Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM), Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Tangsel, Yusuf Ismali mengatakan, untuk menghapus kemiskinan secara menyeluruh tidaklah mungkin, namun mengurangi tingkat kemiskinan sangat dimungkinkan.
“Strategi pertama mengurangi beban masyarakat dengan pemenuhan kebutuhan dasar. Yang kedua, peningkatan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin. Jadi untuk mengintervensi pendapatan masyarakat miskin ekstrim melalui strategi-strategi bantuan ini,” ujarnya.
Menurut Yusuf, selain pemenuhan kebutuhan dasar, pihaknya juga terus mendorong agar anak-anak masyarakat miskin ekstrim untuk terus bersekolah. Karena melalui pendidikan maka akan menunjang kesejahteraan masyarakat dikemudian hari.
“Dan kesehatannya juga terus ditingkatkan melalui sanitasi sehat,” ujarnya.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Ahmad Lutfi











