LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak meninjau lahan untuk relokasi korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Cigobang, Kecamatan Lebakgedong, Senin 27 Februari 2023
Rombongan dari Pemkab Lebak dipimpin langsung Asisten Daerah (Asda) II Bidang Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Setda Lebak Ajis Suhendi. Ajis didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Irvan Suyatupika, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Lingga Segara, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD), dan Kepala Bagian Program Setda Lebak Wahyu Hidayat.
Asda II Setda Lebak Ajis Suhendi menyatakan, lahan untuk relokasi korban bencana banjir bandang dan longsor pada awal 2020 lalu sudah tersedia. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menyerahkan lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) kepada Pemkab Lebak.
“Luas lahan yang diserahkan Kementerian LHK kurang lebih tujuh hektare. Lahan tersebut tidak hanya digunakan untuk membangun kembali rumah warga. Tapi juga untuk membangun fasilitas sosial dan fasilitas umum (Fasos Fasum),” kata Ajis Suhendi.
Rencananya, ada 219 kepala keluarga (KK) yang direlokasi ke tempat yang baru tersebut. Adapun anggaran untuk pembangunan kembali rumah korban dan fasos fasum di sana akan menggunakan anggaran dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Jadi, tidak menggunakan anggaran dari APBD Lebak.
“Untuk lahan tersebut sudah diteliti Badan Geologi dan aman digunakan untuk pemukiman. Kita tadi baru cek terkait akses jalan menuju lokasi,” jelasnya.
Kepala Pelaksana BPBD Lebak Febby Rizki Pratama membenarkan, tim melakukan pengecekan lahan dan akses jalan menuju tempat relokasi. “Iya, kita cek lokasi dan akses jalannya,” ujarnya.
Reporter/Editor : Mastur











