Menurutnya, siklon Freddy itu dapat menyebabkan bencana hidrometeorogi seperti banjir, longsor, dan angin kencang.
“Prediksi yang disampaikan oleh BMKG itu dalam informasi cuaca 10 harian ya, ini masih sampai minggu depan ini berpotensi cuaca ekstrem dan tentu nanti dampak dari cuaca ekstrem itu ya bisa banyak menimbulkan potensi bencana bisa longsor, bisa banjir,” katanya.
Dalam beberapa hari terakhir ini, pihaknya sudah mendapatkan laporan adanya genangan banjir di beberapa Kabupaten dan pohon tumbang yang menimpa rumah warga. Ia pun meminta kepada warga untuk menebang pohon besar yang berpotensi roboh ketika terkena angin kencang.
“Ada beberapa lokasi juga yang memang sampai menimpa rumah, jadi kita sudah melakukan upaya pencegahan dan juga meminta kepada masyarakat agar yang pemilik pohon-pohon itu jika memang dimungkinkan akan menimbulkan bahaya sebaiknya dipangkas atau ditebang. Kita juga siap bantu,” katanya.
Nana meminta kepada personel BPBD di Kabupaten dan Kota untuk selalu siaga terhadap potensi bencana yang ada. Dia menyontohka, pada banjir bandang tahun lalu di Serang, bencana alam itu tidak bisa diprediksi kapan terjadinya.
“Tahun lalu memang sudah kita prediksi akan cuacanya, tapi prediksi itu terkadang juga bisa meleset, kita bisa lihat kejadian tahun kemarin di kota Serang terjadi banjir bandang itu pada awal Maret. Ini untuk pengalaman bagi kita di Kabupaten, Kota juga semua pemangku kebijakan tentang penanggulangan bencana ini harus tetap siaga dan kita harus terus berkoordinasi komunikasi penyiapan Standard Pelayanan Minimum (SPM) maupun sarana prasarana harus terus ditingkatkan,” terangnya.











