RADARBANTEN.CO.ID – Setiap manusia pasti pernah merasakan marah yang disebabkan oleh berbagai hal, baik dari pekerjaan, keluarga, masyarakat, pertemanan, dan hal lainnya. Tak sedikit orang yang lebih memilih menahan amarahnya atas berbagai persoalan yang terjadi. Banyaknya juga yang melampiaskannya secara langsung.
Dalam jangka panjang, menahan amarah justru tidak baik bagi kesehatan mental. Kenapa?
Karena, ketika emosi atau marah, tubuh akan bereaksi untuk bertahan atau melawan. Hal itu menyebabkan tubuh memproduksi hormon adrenalin dan kortisol yang menyebabkan stress.
Pada bagian otak manusia juga akan merespons atas emosi yang terjadi dan menyebabkan darah yang ke bagian usus akan menjauh karena dialihkan menuju otot. Selain itu, denyut jantung, tekanan darah, dan pernapasan juga dapat meningkat. Tidak hanya itu, suhu tubuh kamu akan naik dan kulit menjadi berkeringat karena menahan emosi.
Hormon adrenalin dan kortisol yang terlalu banyak secara konstan dan terjadinya perubahan metabolisme akan terjadi ketika menahan marah. Sehingga, kerusakan pada sistem tubuh mungkin akan terjadi. Beberapa gangguan yang menyerang kesehatan mental, yaitu peningkatan rasa cemas dan depresi.











