Meski begitu puncak penentu awal ramadhan datang dari pengumuman resmi pemerintah dari kementerian yang bersangkutan, yaitu Kementerian agama melalui sidang isbat.
Metode Rukyatul hilal dan Hisab pun menjadi penentu akan munculnya awal ramadhan.
Para pakar astronomi khususnya mereka yang betugas untuk menetukan awal ramadhan dari ormas Nahdlatul Ulama yaitu Lajnah Falakiyah, serta partisipan lain dengan sebegitu telitinya mengamati dan menganalisis visibilitas hilal penentu awal ramadhan.
Hal-hal di atas sudah tak asing, bahkan lazim dirasakan oleh ummat sebagai kegairahan setiap tahunnya. Menyambut dan senang datangnya bulan ramadhan sudah menjadi keharusan bagi umat islam yang beriman.
Karena setiap perkara baik yang di awali dengan rasa senang dan cinta, akan bermuara pada titik bahagia. Ramadhan bulan penuh rahmat dan ampunan, menjadi momentum untuk meningkatkan ketaqwaan dan ketaatan, hingga kita di kembalikan pada kescuian (Idul Fitri).
Penulis: Muhdi Perdiansyah, Mahasiswa Universitas Terbuka Serang











