Menurut Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Rahmadi Wibowo, semangat yang ditunjukkan Alquran dalam menentukan awal bulan ialah menggunakan metode hisab. Bukan rukyat.
Menurutnya, ada dua ayat yang mengandung isyarat yang jelas kepada hisab. Yang pertama, QS. Ar-Rahman ayat 5.
Ayat ini tidak sekadar memberi informasi. Tetapi, juga mendorong untuk melakukan perhitungan terhadap gerak matahari dan bulan.
Bagaimana dengan kalangan Nahdliyin dan Pemerintah Indonesia?
Kendati kalender 2023 telah menentukan jadwal puasa Ramadan tahun ini jatuh antara tanggal 22-23 Maret 2023, saat ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masih belum menentukan waktunya. Itu karena bagi kalangan NU, penentuan awal puasa Ramadan 2023 didasarkan pada hasil pemantuan hilal, sesuai Surat Al-Baqarah ayat 189.
Dari pemantauan hilal tersebut, umat Nahdliyin akan membawanya ke sidang isbat. NU melibatkan Kementerian Agama RI dan perwakilan dari organisasi Muhammadiyah dalam sidang isbat untuk menentukan tanggal 1 Ramadan 2023.
Sementara, Pemerintah Indonesia biasanya akan mengumumkan jadwal puasa Ramadan Ketika sudah mengetahui hasil sidang isbat. Hasil sidang isbat ini lah yang akan diumumkan oleh Menteri Agama RI.
Dari pengumuman Menteri Agama Ri itu, semua umat muslim di Indonesia yang tidak mempunyai pemimpin dalam sebuah organisasi, serentak melaksanakan puasa Ramadan.
Namun, jika ada seorang pemimpin yang beriman dalam sebuah majelis Islam, jemaahnya boleh mengikuti jadwal puasa menurut pemimpin tersebut. (*)
Editor: Agus Priwandono











