RADARBANTEN.CO.ID – Puasa Ramadan tetapi tidak mendapatkan pahala puasa kecuali menahan lapar dan dahaga.
Kok bisa?
Ya. Hal itu sebagaimana telah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadis yang diriwayatkan oleh ANn Nasa’i dan Ibnu Majah.
Nabi bersabda, “Kam Min Sho-lmin Laisa Lahu- Min Shiyaamihi Illal Ju-‘u Wal ‘Atshyu.”
“Betapa banyak orang yang berpuasa akan tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya, kecuali lapar dan dahaga. (HR. An Nasa’i dan Ibnu Majjah)
Begini penjelasannya.
Berpuasa itu bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, saja tetapi puasa adalah menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa dan menjauhi segala bentuk maksiat.
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Puasa itu bukanlah sekadar menahan diri dari makan dan minum, akan tetapi sesungguhnya puasa itu adalah mencegah diri dari segala perbuatan sia-sia serta menjauhi perbuatan yang kotor dan keji.” (HR Al-Hakim)
Karena itu, sebelum Ramadan tiba sebaiknya mengetahui terlebih dahulu hal-hal yang mengakibatkan puasa tetapi tidak mendapatkan pahala puasa kecuali lapar dan dahaga saja.
Karena selain menahan lapar dan dahaga harus bisa menjauhi segala bentuk maksiat mulai dari pikiran, perkataan, dan perbuatan selama berpuasa.
Berikut ini hal-hal yang dapat membuat puasa Ramadan tidak mendapatkan pahala kecuali lapar dan dahaga saja
antaranya:
- Tidak meninggalkan pekerjaan yang dapat menghilangkan pahala puasa seperti berdusta, berbohong, bergibah, mengadu domba,dan memandang dengan syahwat. Oleh karena itu kamu harus menjauhi semua perbuatan-perbuatan tersebut agar kamu tetap bisa mendapatkan pahala puasa Ramadan dan puasa kamu tidak sia-sia begitu saja.
Rasulullah Saw bersabda, “Ada lima perkara yang membatalkan pahala orang yang berpuasa, yaitu berdusta, bergibah, mengadu domba, bersumpah palsu dan memandang dengan syahwat.” (H.R Dailami ).
- Dalam hati orang yang berpuasa tersebut terdapat perasaan riya’ (selalu ingin di puji oleh orang lain) atau selalu merasa dirinya lebih unggul daripada orang lain. Karena dasarnya selain menahan lapar dan dahaga, puasa juga harus menjaga hati dan pikiran, terutama lisan dan anggota tubuh lainnya agar selalu terjaga dan tidak berbuat maksiat.
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Saw yang di riwayat kan oleh Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Thabrani, “Barang siapa yang berpuasa tetapi ia riya, maka dia telah berbuat syirik.”
Oleh karena itu ketika kita berpuasa hendaklah kita niatkan hanya untuk Allah. Karena apabila kita riya itu bisa menjadikan puasa hanya karena ingin dilihat oleh manusia semata.
- Berbuka puasa dengan makanan yang haram, karena dasarnya memang umat muslim tidak perbolehkan mengonsumsi makanan dan minuman haram, baik untuk berbuka puasa ataupun di makan seperti biasa. Hal ini menjadi sangat penting karena salah satu syarat sebuah ibadah di terima termasuk ibadah berpuasa Ramadan adalah makanan atau minuman yang dikonsumsi harus halal.
Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama memperbaiki diri sendiri dengan menjaga hati dan pikiran agar selalu bersikap positif agar Ramadan bisa menjalani puasa dengan niat yang baik dan bisa mendapatkan pahala pusanya.
Penulis: Khoirunnisa
Editor: Aas Arbi










