Tetapi ia tetap semangat untuk berjualan hingga akhirnya pada 2019 usaha skincare nya sangat naik drastis, sampai meraih omzet jutaan setiap minggunya.
Dari suksesnya usaha jualan skincare, ia bisa membantu merenovasi rumah orangtuanya sampai selesai. Pada 2020 brand skincare semakin banyak bermunculan hingga menyebabkan kurang pembeli.
Saat itu ia pindah usaha dari skincare menjadi berjualan fashion atau baju butik, dari pindahnya usaha itu ia enggak langsung sukses banyak pembeli, namun banyak perjuangan untuk mempromosikan terlebih dahulu.
Menurutnya, berjualan skincare semakin tahun semakin banyak produk baru, hingga menyebabkan kurangnya pembeli.
“Makin lama skincare makin banyak merk, dan saya pikir usaha skincare bukan usaha permanen, karena apa setiap tahun dan setiap bulan selalu bermunculan merk-merk baru hingga menyebabkan kurangnya pembeli,” katanya.











