Selain itu, nilainya pun berbeda dengan kesepakatan awal, dari Rp1,5 miliar menjadi Rp1,1 miliar.
Setelah Rusli menyanggupi cicilan pembayaran tanah dilakukan, namun ternyata pihak pemilik tanah tidak mau pembayaran dicicil dan ingin sesuai perjanjian.
“Setelah uang itu masuk, dicicil sekitar tiga tahun, saya kebingungan, keluarga (pemilik lahan) gak mau nerima, akhirnya karena saya usaha saya gunakan untuk modal, daripada ke sana enggak ke sini enggak,” ujarnya.
Rusli mengakui keputusannya itu salah. Dan ia pun mengaku siap bertanggung jawab atas persoalan tersebut.
Reporter : Bayu Mulyana
Editor : Aas Arbi











