“Kita terus memberikan penambahan wawasan dan pengetahuan dalam pengelolaan makanan ciri khas Banten, yaitu cara pembuatan dan pengolahan Sate Bandeng dan inovasi pembuatan nastar berbahan baku melinjo. Kemampuan menjadi enterpreuner hasil pelatihan tersebut serta mandiri dalam pengelolaan hasil produksi,” jelasnya.
Manfaat yang didapat bagi para peserta, kata dia, bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri tapi diharapkan dapat bermanfaat kepada teman sejawat guru untuk penguatan industri rumahan (home industry) dan menjaga kelestarian makanan khas Banten.
“Tentunya, ini jika diimplementasikan dengan serius dan penguatan dukungan dari para stakeholders akan meningkatkan roda perekonomian di Lebak,” katanya.
Perwakilan Pimpinan Universitas Terbuka Sofjan Aripin menambahkan, kegiatan PKM ini sebagai implemantasi salah satu tri darma perguruan tinggi, yaitu untuk mengabdikan ilmunya pada masyarakat secara nyata, dimana dosen mengembangkan kemampuan keilmuannya yang dapat diaplikasikan pada masyarakat luas.
“Saya berharap teman-teman guru ini dapat bersungguh-sungguh dalam mengaplikasikan sebagaimana pelatihan langsung pembuatan sate bandeng dan nastar melinjo. Karena ini bukan hanya menopang perekonomian keluarga tapi juga masyarakat sekitar,” katanya.(*)
Reporter: Nurabidin
Editor: Mastur











