Ramadan Dalam Kehidupan Sehari-Hari
Tak terasa, hanya dalam rengkuhan hari, kaum Muslim di seluruh dunia akan kedatangan bulan penuh kemuliaan: Ramadan. Bulan penuh keutamaan di dalamnya Allah SWT melipatgandakan pahala, menurunkan rahmat dan ampunan-Nya yang berlimpah-ruah bagi para hamba-Nya yang berpuasa di dalamnya dengan penuh keimanan dan hanya mengharap rida-Nya.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Siapa saja yang berpuasa Ramadan dengan penuh keimanan dan hanya mengharap pahala-Nya, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni (HR Muttafaq ‘alayh).
Dalam menjalankan ibadah puasa, umat Islam akan mendapatkan pahala yang berlimpah jika mampu menahan diri akan segala cobaan yang diberikan.
Di antara hikmah Ramadan dalam Kehidupan sehari sebagai berikut :
Pertama, Terjaga dari perbuatan tercela. Disebutkan dalam hadis qudsi, Allah Azza wa Jalla berfirman, “Setiap amal seorang manusia untuk dirinya sendiri kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku akan memberikan balasan kepadanya. Puasa itu adalah perisai, karena itu apabila salah seorang di antaramu berpuasa, janganlah mengucapkan perkataan yang buruk dan keji, jangan membangkitkan syahwat, dan jangan pula mendatangkan kekacauan. Apabila ia dimaki atau ditantang seseorang, katakanlah, ‘Aku sedang berpuasa.
Kedua, Ladang amal. Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan 10 kebaikan yang semisal hingga 700 kali lipat. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku.
Rasulullah SAW pernah bersabda, “Lembaran-lembaran Nabi Ibrahim diturunkan pada permulaan malam Ramadan dan kitab Taurat diturunkan pada tanggal 6 Ramadan dan kitab Injil diturunkan pada tanggal 13 Ramadan, sedangkan Al-Qur’an diturunkan pada tanggal 24 Ramadan.
Ketiga, Pelebur Dosa. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang puasa Ramadan dengan iman dan ihtisab telah diampuni dosanya yang telah lalu. Dan siapa yang bangun malam Qadar dengan iman dan ihtisab, telah diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari-Muslim).
Keempat, Menjadi orang bertakwa. Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS Al-Baqarah: 183)
Kelima, Bukti ketaatan kepada Allah. Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda, “Barang siapa yang melaksanakan puasa Ramadan dengan keimanan dan keikhlasan, diampuni dosanya yang telah berlalu.” (Hadis riwayat al-Bukhari Muslim)
Keenam, Mengajarkan solidaritas. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang memberi makan orang yang berpuasa di bulan Ramadan hingga kenyang, Allah akan memberinya minum dari telagaku (telaga Rasulullah saw). Seteguk air itu menjadikannya tidak akan merasa haus selama-lamanya hingga ia masuk ke surga”.
Ketujuh, Mengasah kesabaran. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa, janganlah berkata-kata kotor dan jangan pula bertindak bodoh. Jika ada seseorang yang mencelanya atau mengganggunya, hendaklah mengucapkan, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.'” (HR Bukhari).
Kedelapan, Didoakan malaikat. Para malaikat senantiasa berseru, “Wahai orang-orang yang menghendaki kebajikan, bergembiralah, dan wahai orang-orang yang menghendaki keburukan, tahanlah dirimu”. (Hadis riwayat al-Nasa’i & Ahmad).
Kesembilan, Mendapat ampunan. Rasulullah SAW menganjurkan agar mengerjakan salat malam pada Ramadan, akan tetapi tidak mewajibkannya. Beliau bersabda, “Siapa yang mengerjakan salat malam pada Ramadan dengan iman dan ikhlas, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Hadis riwayat Bukhari).
Demikian di antara hikmah dan Amalan ibadah puasa merupakan bagian dari amalan yang disyari’atkan bagi umat islam. Puasa merupakan salah satu bagian dari rukun islam sesuai dengan hadis nabi muhammad. Hukum puasa ada beberapa bagian, ada puasa yang hukumnya wajib yaitu puasa ramadan, ada puasa yang hukumnya sunnah contohnya puasa senin kamis dan ada juga puasa yang hukumnya haram contohnya puasa pada hari raya idul fitri. Puasa merupakan salah amal ibadah yang sangat mementingkan keikhlasan. Karena sah atau tidaknya amalan puasa seseorang biasanya hanya orang tersebut dan Allah yang tahu.











