CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Kota Cilegon berhasil mencapai cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) BPJS Kesehatan. Atas capaian itu, 14 Maret 2023 lalu, Pemkot Cilegon yang diwakili langsung oleh Walikota Cilegon Helldy Agustian mendapatkan penghargaan bersama sejumlah daerah lainnya di Indonesia.
Berdasarkan data cakupan semesta kepesertaan Jaminan Kesehetan Nasional (JKN) Kota Cilegon sebesar 98,09 persen atau 447.031 jiwa penduduk Kota Cilegon sudah terdaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan dari total jumlah penduduk sebanyak 455.721 jiwa.
Untuk meraih capaian tersebut ternyata ada cerita menarik yang dilakukan oleh Walikota Cilegon Helldy Agustian beserta jajarannya di Pemkot Cilegon. Untuk bisa mencapai UHC, Helldy mengaku mengoptimalkan semua potensi yang ada, baik secara nasional maupun potensi daerah.
Helldy menyadari jika mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon akan sulit untuk bisa mengcover iuran BPJS Kesehatan untuk masyarakat. Karena itu, Helldy mengaku mengoptimalkan potensi baik dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga kalangan industri yang ada di Kota Cilegon.
“Konsentrasinya harus terfokus, kita tahu, selama 21 tahun Kota Cilegon baru di angka 82, setelah kita belajar dan yang lainnya, kita minta bantuan pusat, provinsi, dan industri, kemudian kita anggarkan akhirnya kita bisa capai UHC,” papar Helldy menceritakan upayanya agar bisa meraih UHC.
Mengoptimalkan semua potensi yang ada menurutnya menjadi kunci agar kesehatan masyarakat bisa terjamin. Selain memberikan kebijakan anggaran yang besar untuk mencover masyarakat, Helldy juga mengoptimalkan potensi industri yang ada di Kota Cilegon dengan cara mengajak industri itu melakukan donasi iuran BPJS Kesehatan.
Helldy telah mengundang beberapa industri di Kota Cilegon untuk ikut serta dalam strategi menuju UHC 100 persen.
“Kami mengundang juga para perwakilan industry, para manajer, GM untuk membicarakan UHC atau cakupan semesta di Kota Cilegon, yang sangat naik melesat berkat gotong royong antar pemangku kepentingan baik swasta maupun pemerintah daerah,” jelasnya.
Helldy merasa bangga atas pencapaian UHC di daerahnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan Cabang Serang yang telah bekerja keras agar masyarakat Kota Cilegon bisa terjamin ke dalam Program JKN.
“Dengan telah tercapainya UHC di Kota Cilegon maka fasilitas kesehatan juga harus kian optimal dalam melayani. Ke depan kami akan terus memastikan seluruh penduduk Kota Cilegon tetap terjamin akses layanan kesehatannya melalui Program JKN-KIS,” ujar Helldy.
Ditemui di tempat yang berbeda, Dasrial selaku Kepala BPJS Kesehatan Cabang Serang mengaku memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kota Cilegon atas dukungan penuh penjaminan kesehatan bagi warga Cilegon. Sampai dengan Maret 2023 cakupan kepesertaan Kota Cilegon sediri telah mencapai 98% atau sekitar 447.031 jiwa yang sudah terjamin Program JKN.
“Harus diakui ini merupakan buah dari komitmen Pemda Cilegon dan para pemangku kepentingan yang secara bersama-sama berupaya penuh untuk mencapai cakupan semesta di kota yang berjuluk Kota Baja ini. Sehingga kepastian dalam memperoleh akses pelayanan yang adil dan bermutu bukan lagi isapan jempol semata,” jelas Dasrial.
Dengan berlakunya cakupan semesta Kota Cilegon maka masyarakat dapat mendaftar dan mengajukan diri sesuai ketentuan, bila ketentuan tersebut telah sesuai dan dipenuhi maka kepesertaan peserta tersebut akan dapat langsung aktif tanpa harus menunggu dibulan berikutnya. Hal ini merupakan perbedaan nyata antara daerah yang sudah mendapat predikat UHC dan belum UHC.
“Tentunya Kota Cilegon dapat menjadi penutan pemerintah daerah lain yang masih berjuang untuk proses cakupan semesta. Salah satu inovasi yang dapat menjadi contoh ialah dengan menggandeng pihak perusahaan swasta untuk berdonasi CSR ke Program JKN sebagaimana yang diterapkan oleh Walikota Cilegon sejauh ini dan terbukti berhasil menggapai UHC.” terang Dasrial. (*)











