CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Ruang hemodialisis Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon ramai oleh pasien cuci darah. Tak sedikit diantaranya adalah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Salah satunya Ai Sumiarsih (55).
Saat ditemui pada 4 Juni 2026 lalu, Ibu dua anak asal Kecamatan Jombang, Kota Cilegon ini bukan kali pertama jalani prosedur medis tersebut, melainkan sudah tujuh tahun. Sambil proses cuci darah berlangsung, Ai bercerita sudah bulak balik ruang hemodialisis sejak tahun 2019. Dalam satu minggu, dua kali.
Semuanya sudah terjadwal, tanggal dan jam nya sudah diatur oleh pihak rumah sakit. Ai cukup datang di waktu yang sudah ditetapkan. Tanpa antre dan prosedur ribet, perempuan kelahiran Oktober 1971 ini mengaku mendapatkan pelayanan yang sangat baik dari pihak rumah sakit.
Hal lain yang membuat Ai sangat bersyukur, semua pelayanan medis itu dibiayai oleh BPJS Kesehatan. Tak sepeserpun biaya dikeluarkan oleh Ai dari kantong pribadinya selama tujuh tahun tersebut selain biaya iuran rutin BPJS Kesehatan.

“Tempat nyaman, jadwal tepat, ga molor-molor,” tutur perempuan berkerudung tersebut.
Atas dasar itu lah Ai berharap program BPJS Kesehatan tetap ada. Jangan sampai dibubarkan oleh pemerintah. Bagi masyarakat yang alami penyakit serius yang memerlukan penangan medis rutin serta berbiaya tinggi, BPJS Kesehatan sangat dibutuhkan.
Kata Ai, entah berapa puluh juta uang yang harus dikeluarkan untuk cuci darah jika tanpa BPJS Kesehatan. Karena untuk cuci darah saja dibutuhkan biaya sebesar 800 ribu rupiah sampai 2 juta rupiah bilah menggunakan biaya pribadi.
“Kalau gak ada BPJS Kesehatan, uang harus ada, ga ada uang ga bisa cuci darah, sedangkan cuci darah gak boleh telat,” ujarnya.
Ai mengaku sudah sangat sering merasakan manfaat BPJS Kesehatan. Dirinya juga mengaku pernah menggunakan BPJS Ksehehatan untuk mengobati giginya di Klinik Kimia Farma.
Suami dan anak-anaknya pun sama, menggunakan BPJS Kesehatan saat berobat. Sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau dikenal sebagai peserta Mandiri. Ai mengajak peserta Mandiri lainnya untuk rutin membayar iuran BPJS Kesehatan agar tak kesulitan saat sakit dan membantu peserta lain yang alami persoalan medis yang sangat serius. (*)











