PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Ada empat sumber potensi pemicu gempa bumi dan tsunami di Kabupaten Pandeglang. Empat sumber itu adalah Zona Megathrust, Zona Mentawai, Semangko, dan Ujungkulon, Zona Graben Selat Sunda, serta Gunung Anak Krakatu (GAK).
Menurut Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Klas-1 Tangerang Dinda Ayu menuturkan, hasil analisis BMKG, ada empat sumber potensi gempa bumi dan tsunami di Pandeglang.
“Pertama itu Zona Megathrust, terletak dari barat Sumatera sampai ke selatan Pulau Jawa, sampai Juga ke Nusa Tenggara. Kebetulan di Pandeglang sendiri ada zona Megathrust,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, di Hotel Horison Altama Pandeglang, Rabu, 5 April 2023.
Untuk di Pandeglang, Zona Megathrust berada sebelah selatan. Berdasarkan hasil analisis pusat gempa bumi nasional, Zona Megathrust ini berpotensi mengakibatkan gempa bumi berkekuatan 8,7 skala richter.
“Kita akan merasakan apalagi jika goncangannya dirasakan sampai dua menit. Itu bisa diasumsikan ialah gempa bumi besar,” katanya.
Saat gempat terjadi, masyarakat di pesisir pantai harus segera evakuasi mandiri. Yaitu, menjauh dari pesisir dan menuju ke tempat lebih tinggi.
“Tidak perlu menunggu arahan dari stakeholder. Ketika goncangan terasa kuat dan dirasakan sampai dua menit sebaiknya segera menjauh dari pantai menuju dataran tinggi,” katanya.
Dinda mengungkapkan, Provinsi Banten merupakan provinsi yang rawan dilanda gempa bumi. Sementara Kabupaten Pandeglang, memiliki empat potensi pemicu bencana sekaligus.
“Ada Zona Megathrust, Zona Sesar Mentawai, Semangko, dan Ujungkulon, Zona Graben Selat Sunda dan Gunung Anak Krakatau. Jadi kita dari berbagai pihak perlu bekerjasama untuk mengurangi resiko bencana,” katanya.
Dinda mengajak semua pihak terkait untuk rutin mengecek jalur evakuasi dan alat peringatan dini.
“Jalur evakuasinya berfungsi apa tidak? dan apakah masyarakatnya sudah paham arti rambu-rambu jalur evakuasi tidak. Maka dari itu kita semua perlu melakukan kontingensi untuk peningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana,” katanya.
Dinda mengingatkan ancaman bencana gempa bumi dan tsunami itu potensi bukan sebuah prediksi atau peringatan dini.
“Bukan merupakan prediksi atau peringatan dini, sehingga masyarakat tidak perlu terlalu khawatir. Ini merupakan suatu potensi yang bisa sama-sama antisipasi dengan apa dengan kesiapsiagaan kita karena semakin banyak yang tahu dan banyak kita baca, insyaallah kita juga tidak takut dan punya kesiapan dini, jika itu terjadi maka sudah tahu apa yang harus dilakukan menghadapi bencana,” katanya.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pandeglang Rahmat Zultika mengatakan, ancaman bencana di Kabupaten Pandeglang yang besar-bessar bukan hanya gempa bumi dan tsunami.
“Tapi juga ada bencana banjir, kekeringan, longsor dan yang lainnya. Adapun penyelenggaraan penanganan bencana saat ada potensi yang harus dilakukan yaitu kesiapsiagaan, mitigasi dan peringatan dini,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Merwanda











