RADARBANTEN.CO.ID – Sindrom dispepsia menarik untuk Anda ketahui. Sindrom dispepsia sendiri merupakan sekumpulan gejala berupa rasa sakit, nyeri, atau rasa tidak nyaman di bagian tengah atas daerah perut.
Sindrom yang juga dikenal sebagai gangguan pencernaan ini menggambarkan gejala tertentu, seperti sakit perut dan perasaan kenyang segera setelah makan.
Sindrom dispepsia seringkali merupakan tanda dari masalah kesehatan seperti penyakit refluks gastroesofagus (GERD), maag, atau penyakit kandung empedu, dan bukan suatu kondisi tersendiri. Pada sindrom dispepsia, rasa sakit cenderung datang dan pergi tergantung pada penyebabnya.
Sindrom dispepsia juga bisa menyerang orang dari segala usia. Namun, meskipun umum terjadi, sindrom dispepsia masing-masing individu biasanya mengalami gejala yang sedikit berbeda. Sindrom ini dapat diminimalisir dengan cara mengubah gaya hidup dan juga mengonsumsi obat-obatan tertentu.
GEJALA DAN PENYEBAB
Sindrom dispepsia umumnya terjadi saat jumlah asam lambung meningkat dan menyebabkan iritasi pada dinding lambung. Iritasi ini dapat memicu munculnya berbagai keluhan di lambung yang terasa hingga kerongkongan.
Rasa nyeri pada lambung inilah yang dapat membuat dispepsia dikenal juga sebagai keluhan nyeri lambung atau sakit maag.
Tanda-tanda sindrom dispepsia meliputi:
• Perut terasa begah dan bergas (mudah sendawa/buang angin)
• Mual dan muntah
• Rasa asam atau pahit di mulut
• Nyeri di ulu hati
• Rasa panas atau terbakar di perut yang bisa menjalar ke dada, bahkan sampai ke leher
Sindrom dispepsia bisa terjadi karena pengaruh gaya hidup, seperti:
• Pola makan yang tidak sehat, seperti makan tidak teratur atau banyak mengonsumsi makanan yang berlemak dan pedas
• Sering konsumsi minuman yang mengandung berkafein
• Memiliki kebiasaan konsumsi minuman beralkohol
• Perokok aktif
• Memiliki berat badan berlebihan atau obesitas
Selain karena dipengaruhi oleh gaya hidup, sindrom dispepsia juga bisa terjadi karena penyakit atau kondisi medis tertentu, seperti:
• Gangguan asam lambung (GERD)
• Gangguan lambung seperti radang lambung atau gastritis, infeksi bakteri pylori pada lambung, tukak lambung, dan kanker lambung
• Efek samping obat-obatan seperti antibiotik, kortikosteroid, dan obat golongan NSAID, misalnya aspirin atau ibuprofen
• Gangguan pada pankreas, termasuk pankreatitis akut dan pankreatitis kronis
• Gangguan di saluran empedu, seperti kolesistitis











