“Saya yakin di sini akan mendapatkan penanganan lebih baik. Setelah ibu tengok dia mau dirujuk ke sini,” katanya.
Selanjutnya, Bupati mendoakan, semoga Haerudin cepet sembuh dan juga bisa menjadi pelajaran. Kalau melakukan kegiatan memancing, itu masuk ke daerah Kecamatan Sumur yang bukan wilayahnya, harus banyak tanya kepada Ketua RT dan RW maupun lingkungan setempat.
“Apakah aman atau tidak untuk mancing. Orang Sumur mah enggak mungkin akan mancing ke muara itu, karena sudah tahu bahwa ada habitatnya buaya di situ,” katanya.
Mungkin saja, Haerudin saat itu karena merasa yakin tidak ada apa-apa begitu pas mancing di tengah malam di jam 23.30 WIB ternyata ada buayanya. Kemudian Haerudin itu diterkam dan sempat bergelut selama 15 menit.
“Kalau kita mungkin kewalahan ya. Tapi sama pak Haerudin dilawan hingga mengalami tulang patah dan luka – luka. Saat ini luka-lukanya sedang ditangani,” katanya.
Terkait, keberadaan buaya di muara, Bupati mengaku, akan koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan dan BKSDA untuk bagaimana penanganan hewan meresahkan. Ditangani dengan direlokasi atau ada masukan dari masyarakat untuk diadakan penangkaran.
“Kita lihat nanti kan harus ada izin, sebelum ke kementerian pusat saya akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Pemprov Banten. Ini menjadi pelajaran agar masyarakat tetap waspada apabila berkegiatan memancing lebih baik di pagi dan sore hari karena kita bisa melihat lingkungan sekitarnya apakah aman buat diri kita, kalau tengah malam kan kita enggak bisa meraba kan gelap jadi itu bisa menjadi bahan pelajaran kita himbauan saya untuk masyarakat,” katanya.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Berkah Dr. H Kodiat Juarsa mengatakan, RSUD Berkah telah menerima pasien korban gigitan buaya yang sebelumnya menjalani perawatan Puskesmas Sumur.
“Pasien diantarkan langsung oleh Bupati dari Puskesmas Sumur sampai ke rumah sakit. Saat ini pasien sedang dalam penanganan oleh dokter,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Ahmad Lutfi











