CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Halte Trans Cilegon yang berdiri di sepanjang Jalan Lingkar Selatan (JLS) terbengkalai.
Kondisi tempat naik dan turun penumpang Trans Cilegon itu dalam kondisi memprihatinkan.
Bagian dalam halte Trans Cilegon sudah dipenuhi oleh debu dan tanah. Selain itu beberapa bagian bangunan juga ada yang telah ambrol dan mengelupas.
Selain itu, di bagian tembok halte pun dipenuhi coretan menggunakan cat semprot.
Halte Trans Cilegon itu sendiri mulai digunalan sejak tahun 2019 lalu seiring dengan diresmikannya Trans Cilegon.
Dinas Perhubungan Kota Cilegon membeli empat unit bus Trans Cilegon dengan anggaran mencapai Rp3,6 miliar.
Kemudian, untuk membangun haltenya, anggaran yang sudah digelontorkan sekira Rp1,6 miliar.
Awalnya Trans Cilegon dihadirkan sebagai transportasi umum bagi masyarakat dengan trayek dari Terminal Seruni hingga Ciwandan melalui JLS.
Namun sayangnya saat ini operasional transportasi umum dari pemerintah itu vakum, dan kondisi haltenya pun memprihatinkan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kota Cilegon Joko Purwanto menjelaskan, kondisi tersebut terjadi karena Trans Cilegon untuk sementara tidak beroperasi.
Menurutnya, saat ini Dishub Kota Cilegon sedang melakukan inventarisir semua aset Dishub termasuk halte.
“Kami sedang inventarisir semua aset Dishub termasuk halte dan sedang disusun rencana strategisnya ke depan,” ujarnya Kamis 27 April 2023.
Dijelaskan Joko, berhentinya operasional Trans Cilegon karena tingginya biaya operasional.
“Biaya operasionalnya tinggi sementara jalur JLS belum banyak peminat untuk penumpangnya,” papar Joko.
Nikmat, salah satu warga mengaku sangat menyayangkan melihat kondisi halte tersebut.
Menurutnya, bangunan itu seharusnya mendapatkan perhatian pemerintah karena dibangun menggunakan uang rakyat.
“Mubazir, pasti besar itu anggaran bangunnya,” ujarnya.
Reporter:Bayu Mulyana
Editor: Aas Arbi










