CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Anggota DPRD Kota Cilegon Rahmatulloh menilai terbengkalainya Halte Trans Cilegon sebagai bentuk pemborosan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Menurutnya, hal tersebut pun harus diaudit karena sudah menelan anggaran APBD yang tidak sedikit.
“Ini bentuk pemborosan APBD yang tidak ada manfaatnya untuk masyarakat,” ujar Rahmatulloh, Kamis 27 April 2023.
Rahmatulloh menilai kondisi halte Trans Cilegon tersebut harus diaudit lantaran sudah merugikan keuangan daerah.
Tidak hanya halte, audit pun harus dilakukan kepada bus Trans Cilegon yang sudah dibeli pemerintah.
“Kemana bus yang menjadi rencana kepala dserah untuk angkutan masyarakat. Hal seperti ini harus diaudit, perencanaannya gak matang, akhirnya APBD terbuang begitu saja,” ujarnya.
Menurut Rahmatulloh, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon harus bertanggungjawab terhadap kondisi infrastruktur tersebut.
Kondisi Halte Trans Cilegon yang berdiri di sepanjang Jalan Lingkar Selatan (JLS) kondisinya terbengkalai.
Bagian dalam halte sudah dipenuhi oleh debu dan tanah. Selain itu beberapa bagian bangunan juga ada yang telah ambrol dan mengelupas.
Selain itu, dibagian tembok halte pun dipenuhi coretan menggunakan cat semprot.
Halte Trans Cilegon mulai digunalan sejak tahun 2019 lalu seiring dengan diresmikannya Trans Cilegon.
Dinas Perhubungan Kota Cilegon membeli empat unit bus Trans Cilegon dengan anggaran mencapai Rp3,6 miliar.
Kemudian, untuk membangun haltenya, anggaran yang sudah digelontorkan sekira Rp1,6 miliar.
Awalnya Trans Cilegon dihadirkan sebagai transportasi umum bagi masyarakat dengan trayek dari Terminal Seruni hingga Ciwandan melalui JLS.
Namun sayangnya saat ini operasional transportasi umum dari pemerintah itu vakum, dan kondisi haltenya pun memprihatinkan.
Reporter: Bayu Mulyana
Editor : Aas Arbi











