CILEGON – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon mengonfirmasi terkait kondisi alat navigasi pelayaran senilai Rp711 juta yang terbengkalai di area pabrik PT Sriwi, Ciwandan, Kota Cilegon.
Dishub Kota Cilegon menegaskan bahwa alat yang dibeli di akhir tahun 2018 itu dalam keadaan rusak total sehingga tidak lagi dapat difungsikan.
Adapun kerusakan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) itu diklaim oleh Dishub Kota Cilegon akibat faktor alam.
Kasi Angkutan Laut dan Kepelabuhanan pada Dishub Kota Cilegon Zilyasri menjelaskan, alat yang mulai beroperasi pada 2019 itu pertamakali mengalami kerusakan akibat tsunami yang terjadi di Selat Sunda tahun 2019.
Setelah diperbaiki, alat menyerupai pelampung itu kembali dioperasikan di perairan Selat Sunda bagian Kota Cilegon.
Namun, di tahun 2020 alat tersebut kembali mengalami kerusakan. Disebut oleh Zil kerusakan akibat cuaca buruk yang membuat pelampung suar itu terbawa gelombang dan menghantam karang sehingga sebagian sparepart hilang.
“Pada 10 Desember 2020 dapat kabar dari masyarakat, daripada hilang hanyut ke tengah, ganggu pelayaran, saya izin ke PT Sriwi untuk mengangkut alat itu dan menitipkanya,” ujar Zil di kantor Dishub Kota Cilegon, Jumat (8/10).











