Dalam kesempatan ini disusun:
3 Pilar Priorities Economic Deliverables
Recover-Rebuilding, adalah rencana untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi serta memitigasi risiko inflasi dan volatilitas aliran modal.
Digital Economy, artinya untuk memperkuat keuangan dan literasi digital di ASEAN.
Sustainablity, hal ini guna mempersiapkan kawasan yang terdampak bencana alam dan dalam lingkup menuju ekonomi hijau dengan menyusun langkah ASEAN Taxonomy on Sustainable Finance dan Study on the Role of Central Banks in Managing Climate and Environment-Related Risk.
Langkah yang dipersiapkan oleh Indonesia diantaranya pada 19 April lalu Wakil Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif bersama Wakil Menteri BUMN II meninjau kesiapan infrastruktur di Labuan Bajo.
Dalam kunjungannya, Kenemparekraf siap mendukung penuh KTT ASEAN 2023 mendatang dengan serta-merta melibatkan UMKM sekitar.
Sementara itu Kominfo sedang mempersiapkan infrastruktur digital untuk keketuaan ASEAN 2023.
Kominfo memberikan keterangan bahwa wilayah Labuan Bajo kini secara menyeluruh telah dapat mengakses sinyal 4G (sekitar 78,12%).
Presiden Indonesia Joko Widodo pada 25 April telah meninjau persiapan menuju KTT ke-42 ASEAN.
Menlu menyatakan bahwa persiapan-persiapan ini seluruhnya berjalan dengan baik, katanya usai pengecekan mendetail bersama Presiden RI.
KTT ASEAN ini akan berlangsung dua kali pada 9-11 Mei 2023 dan selanjutnya September 2023 yang akan dihadiri oleh anggota ASEAN. Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan.
Editor Haidaroh











