SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Setelah masa jabatan Al Muktabar sebagai Pj Gubernur Banten diperpanjang Presiden RI Joko Widodo selama satu tahun, Ketua DPRD Provinsi Banten Andra Soni mengingatkan Al Muktabar soal angka pengangguran yang tinggi di Banten.
Setelah mengucapkan selamat kepada Al Muktabar karena masa jabatannya diperpanjang, Andra mengingatkan Al Muktabar bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Al selama satu tahun ke depan.
Andra mengatakan, pihaknya menghormati Keputusan Presiden dan sebagai penyelenggara pemerintah daerah harus memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik. “Kepada Pak Penjabat Gubernur agar catatan-catatan yang diberikan berbagai pihak untuk menjadi perhatian agar kinerja ke depan bisa lebih maksimal,” ujar Andra kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat, 12 Mei 2023.
Ia mengatakan, dari berbagai catatan yang diberikan banyak pihak, yang menjadi catatan utama adalah mengurangi kegaduhan dan meningkatkan komunikasi publik. “Dan dalam proses perencanaan Pemprov tahun 2024 bisa maksimal karena beliau (Al Muktabar -red) ada dalam proses perencanaan. Berbeda dengan perencanaan tahun 2023,” tegasnya.
Andra juga mengingatkan Al Muktabar terkait angka pengangguran di Banten yang tertinggi se Indonesia serta angka kemiskinan ekstrem. “Itu yang menjadi target utama. Itu memang PR besar Provinsi Banten sebagai salah satu provinsi yang memiliki industri terbanyak di republik ini dengan jumlah penduduk 12 juta,” tandas politikus Partai Gerindra ini.
Ia berharap, pemerintah dapat mengakselerasi pengurangan pengangguran dan tingkat kemiskinan ekstrem ini menjadi semakin rendah. Hal itu dapat dilakukan tentu dengan implementasi kebijakan dan government spending yang lebih efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut.
“Kita juga punya catatan bahwa pengangguran ini didominasi oleh lulusan SMA,” ujarnya. Sehingga, harus ada program yang link and match dengan kebutuhan dunia industri.
Selain itu, ia juga meminta Pemprov Banten untuk melakukan komunikasi efektif dengan pihak-pihak industri karena upaya Pemprov Banten yang ramah investasi juga harus didukung dengan penyerapan tenaga kerja. Apalagi, realisasi investasi di Banten tinggi. “Makanya penyerapan tenaga kerja ini harus dievaluasi dan dikomunikasikan dengan para investor,” tegas Andra.
Reporter : Rostinah
Editor: Ahmad Lutfi












