LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Pemerintah Kabupaten Lebak tahun ini akan menangani jalan kabupaten sepanjang 50,2 kilometer.
Dari 733 kilometer jalan kabupaten di Bumi Multatuli, terdapat 225 kilometer di antaranya dalam kondisi rusak.
“Pemkab Lebak terus berupaya untuk menuntaskan jalan rusak. Dari 733 kilometer jalan kabupaten, 225 kilometer dalam kondisi belum mantap. Walaupun anggaran yang kita miliki terbatas, tahun ini kita menganggarkan 21,7 kilometer rekonstruksi dan 21 kilometer rehabilitasi jalan. Jadi total rekonstruksi, rehabilitasi, dan pembangunan 52,5 kilometer,” kata Asisten Daerah II Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang), Setda Lebak, Ajis Suhendi, Minggu, 21 Mei 2023.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak, Irvan Suyatuvika mengatakan, Pemkab Lebak setiap tahun baru bisa melakukan penangan jalan rusak sepanjang puluhan kilometer karena anggaran yang terbatas.
“Mayoritas jalan di Lebak kondisi mantap atau 500 kilometer jalan dalam kondisi baik. Memang ada 200 kilometer lebih jalan kabupaten dalam kondisi rusak atau tidak mantap,” katanya.
Menurutnya, untuk menuntaskan perbaikan 200 kilometer jalan yang rusak itu diperlukan anggaran sebesar Rp 700 miliar. Padahal, anggaran milik Pemkab Lebak terbatas.
“Tentunya, harus ada skala prioritas dalam penangan jalan,” katanya.
Dia mengatakan, lantaran anggaran yang terbatas itu, tidak semua jalan yang mengalami kerusakan bisa ditangani.
Namun demikian, Dinas PUPR Kabupaten Lebak akan memprioritaskan perbaikan jalan menuju objek wisata. Hal ini sejalan dengan visi Kabupaten Lebak yang menjadikan sektor pariwisata sebagai lokomotif pembangunan.
Diketahui, Bupati Lebak telah menetapkan visi dan misinya. Yaitu, Lebak sebagai destinasi wisata unggulan nasional berbasis potensi lokal.
“Ya, harus ada skala prioritas yang memang jalan mengalami kerusakan berat dan memang jalan strategis berhubungan dengan antar kabupaten atau volumenya cukup tinggi terutama jalan menuju objek wisata mendapat skala ptiotitas,” ujarnya.
Jalan menuju objek wisata, sebut Irvan, memang menjadi salah satu target utama pembangunan, seiring dengan visi dan misi Bupati Lebak menjadikan Lebak sebagai destinasi wisata unggulan nasional berbasis potensi lokal.
“Konsentrasinya tetap ke jalan-jalan yang memang strategis. Pembangunan di ruas jalan menuju Lebak Selatan misalnya, secara tidak langsung bisa mengakomodir perbaikan menuju jalur wisata, walaupun memang titik perbaikannya tidak terfokus ke arah salah satu lokasi wisata,” ujarnya. (*)
Reporter: Nurabidin
Editor: Agus Priwandono











