RADARBANTEN.CO.ID – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat, yang didirikan pada tahun 1968 dengan nama Badan Pendidikan dan Pelatihan, kini memiliki peran yang signifikan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di wilayah tersebut.
Lembaga ini bertanggung jawab untuk meningkatkan kompetensi ASN (Aparatur Sipil Negara), PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), dan PNS (Pegawai Negeri Sipil).
Tugas utama BPSDM meliputi sertifikasi kompetensi, pengelolaan kelembagaan, pengembangan kompetensi teknis, dan pengembangan kompetensi manajerial. Selain itu. Lembaga ini juga melaksanakan tugas dekonsentrasi dan pembantuan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Salah satu fokus utama BPSDM Provinsi Jawa Barat adalah mendukung pengembangan SDM di sektor pemerintahan. Untuk menjalankan fungsi tersebut, BPSDM dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai, serta didukung oleh para Widyaiswara yang berpengalaman di bidangnya. Tidak hanya itu, BPSDM Provinsi Jawa Barat juga telah meraih akreditasi A untuk semua jenjang Pendidikan (Diklat) Kepemimpinan dan Prajabatan.
Sarana dan prasarana pelatihan BPSDM dapat dimanfaatkan secara luas oleh instansi pemerintah, swasta, maupun masyarakat di Jawa Barat maupun di luar provinsi tersebut. Lembaga ini menawarkan berbagai jenis pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan kompetensi setiap ASN. Rencana pengembangan kompetensi, yang disusun setiap tahun, diadaptasi dengan rencana kerja masing-masing daerah atau permintaan perangkat daerah terkait.
Tugiman, S.E., M.M.i., selaku Kepala Bidang Sertifikasi Kompetensi Pengembangan Kelembagaan (SKPK) BPSDM Provinsi Jawa Barat, menjelaskan bahwa pelatihan yang diselenggarakan oleh lembaga ini diklasifikasikan menjadi tiga kategori utama.
Pertama, pelatihan teknis inti yang berkaitan dengan urusan pemerintahan. Kedua, pelatihan teknis umum yang mencakup kompetensi umum yang harus dimiliki oleh seluruh ASN. Ketiga, pelatihan manajerial yang meliputi Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP), Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA), dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN).
Semua bidang dalam hal ini, bertanggung jawab dalam proses penyelenggaraan pelatihan (bidang SKPK, PKTI, PKTU, dan PKM). Kemudian ada pengamat kelas, pengelola pelatihan, widyaiswara, penyelenggara, panitia, dan lainnya. Untuk alur dilaksanakannya pelatihan tatap muka, yaitu setelah kurikulum selesai kemudian ada usulan, para peserta akan melakukan registrasi atau pendaftaran, kemudian mendapat kunci kamar (pembagian kamar), mendapat jadwal dan surat keterangan sebagai peserta, dibagi kelas, mulai pembelajaran, evaluasi (ujian, jika lulus akan diberi surat keterangan kelulusan).
Namun, di dalam proses pelaksanaan pastinya terdapat kelebihan dan kekurangan, kekurangan yang dirasa yaitu jumlah ASN yang banyak dan memiliki latar belakang kebutuhan kompetensi pelatihan yang berbeda sehingga kurang terakomodir, penyelenggaraan pelatihan belum terfasilitasi dengan maksimal, mengingat untuk pegawai ASN ada sekitar 44 ribu lebih se Jawa Barat. Namun, untuk kelebihannya yaitu pelatihan yang dilaksanakan bersifat gratis dan juga fleksibel. Selain itu, sarana dan prasarana yang ada di BPSDM Provinsi Jawa Barat dalam memfasilitasi pelatihan tentunya sudah mencukupi per angkatannya. dengan jumlah yaitu 1 kelas 30 orang, sesuai dengan standar maksimal peserta per kelas.
BPSDM Provinsi Jawa Barat juga menjalin kerjasama dengan beberapa lembaga lain/mitra yang berdasar pada (Ada 5 pilar) yaitu academy, business, government, community, and media. Contohnya yaitu dalam academy yaitu kerjasama magang dengan UPI, dan UNPAD “Hubungan dengan para mitra juga terjalin dengan baik”, ucap Tugiman, S.E., M.M.i. selaku
Kepala Bidang SKPK BPSDM Provinsi Jawa Barat. Untuk itu diharapkan dengan adanya kerjasama dengan beberapa mitra dapat memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak serta dapat melibatkan mahasiswa dari mitra berkaitan dalam pembuatan desain pembelajaran membuat kurikulum, silabus, dan sebagainya. (Annisa Miftahul Jannah, Nabila Fauziah Firdaus, Nida Tahani, Shabrina, Siti Asiyah)










