TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang memantau kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Desa Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.
DLHK Kabupaten Tangerang juga melihat kondisi Balita yang terdampak asap pembakaran tersebut. Balita bernama Siti Raudhatul Janah yang berumur 2 tahun tersebut mengidap penyakit Infeksi paru-paru.
Sekretaris DLHK Kabupaten Tangerang Budi Khumaedi menjelaskan, sebelumnya Pemerintah Kabupaten Tangerang bekerja sama dengan Puskesmas Rajeg selalu melakukan pengecekan kesehatan masyarakat yang terkena dampak asap TPA Jatiwaringin, setiap dua kali dalam satu pekan.
“Kami dengan Puskesmas Rajeg juga fokus untuk menangani permasalahan penyakit apa yang dirasakan atau yang timbul yang ada di tengah masyarakat sekitar perumahan permukiman,”ujarnya, Rabu 7 Juni
Menurutnya, kebakaran tersebut disebabkan oleh keadaan cuaca yang cukup panas, karena timbunan sampah terdapat mengandung sampah organik terurai secara anaerob dan menyebabkan timbulnya gas metana (CH4) dan berpotensi terbakarnya sampah di TPA Jatiwaringin.
Kata Budi, pembakaran tersebut telah ditangani dengan pemadaman di berbagai titik asap dibantu oleh BPBD bersama UPTD TPA Jatiwaringin.
“Kami telah melakukan upaya khususnya UPTD TPA Jatiwaringin dalam memadamkan setiap titik api yang berada di TPA Jatiwaringin,”terangnya.
Sementara itu, Ayah dari Siti Raudhatul Janah, Daryono yang beralamat di Kampung Jungkel, Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg mengungkapkan bahwa Anaknya telah pulang dari Rumah Sakit usai dirawat selama 5 hari.
“Alhamdulillah kondisinya sudah membaik dan akan terus rawat jalan,” ucapnya.
Meski demikian, dirinya telah mengungsi ke rumah kakeknya yang lebih jauh lokasinya dari TPA Jatiwaringin.
“Mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk warga sekitar yang terdampak asap dari TPA Jatiwaringin,” pungkas Daryono.
Diketahui, TPA Jatiwaringin sudah ada sejak tahun 1994 dengan luas 21 hektare. Tempat ini menjadi perhatian Pemkab Tangerang terutama terkait kesehatan masyarakat sekitar yang terdampak.
Reporter: Mulyadi
Editor: Abdul Rozak











