SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kementerian Agama Provinsi pada Minggu, 18 Juni 2023, melakukan rukyatul hilal penentuan awal bulan Zulhijah 1444 Hijriah.
Rukyatul hilal bertempat di Puri Retno 1 Anyer, Kabupaten Serang bersama tim dari BMKG Tangerang, Majelis Ulama Indonesia (BMKG), Pengadilan Agama, dan Seksi Urais Kantor Kemenag kabupaten dan kota di Banten.
Turut hadir Kepala Bidang Urais Provinsi Banten Iwan Falahudin, para Subkor Bidang Urais yaitu Mufassir, Damanhuri, Arul Nasrullah, dan tenaga ahli astronomi dari bidang urais Nandang. Kemudian tim dari BMKG Tangerang, perwakilan dari Pengadilan Agama yaitu Jaenudin, perwakilan dari MUI KH Badruddin, dan Seksi Bimas dari Kemenag kabupaten dan kota di Banten, di antaranya Iqro dan Soleh Gunawan.
Kepala Bidang Urais Kanwil Kemenag Banten Iwan Falahudin menjelaskan, pengamatan dilakukan pada pukul 17.54-17.57 WIB.
“Hasilnya, hilal untuk awal Zulhijah tidak terlihat. Jadi tanggal 1 Zulhijah jatuh pada hari Selasa 20 Juni 2023, dan Idul Adha jatuh pada hari Kamis, tanggal 29 Juni 2023,” ungkap Iwan usai rukyatul hilal.
“Tetapi ini semua, keputusan akhirnya tetap mengacu pada ketentuan dan pengumuman dari Kementerian Agama RI,” lanjutnya.
Hasil pengamatan awal bulan komariah atau hijriah itu langsung dilaporkan kepada Kementerian Agama RI. “Sidang isbat atau penetapannya di Kemenag RI, Jakarta,” ungkap Iwan.
Sementara itu, Kementerian Agama telah melakukan Sidang Isbat (Penetapan) Awal Zulhijah, di Jakarta, Minggu, 18 Juni 2023.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1444 Hijriah jatuh pada Selasa, 20 Juni 2023. Dengan ditetapkannya awal Zulhijah ini, maka Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah jatuh pada Kamis, 29 Juni 2023.
“Sidang isbat telah mengambil kesepakatan bahwa tanggal 1 Zulhijah tahun 1444 Hijriah ditetapkan jatuh pada Selasa tanggal 20 Juni 2023” tutur Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi usai memimpin Sidang Isbat (Penetapan) Awal Zulhijah, dikutip dari laman Kemenag.
Dengan demikian, lanjut dia, Hari Raya Idul Adha 1444 H jatuh pada Kamis, 29 Juni 2023.
Wamenag mengungkapkan, sidang menyepakati keputusan tersebut karena dua hal. Pertama mendengar laporan Direktur Urusan Agama Islam (Urais) bahwa ketinggian hilal di seluruh Indonesia sudah berada di atas ufuk, namun masih berada di bawah kriteria imkanur rukyat yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia, dan Singapura)
Sebelumnya, Direktur Urais Kemenag Adib melaporkan, berdasarkan data yang dihimpun Tim Hisab Rukyat Kemenag, bahwa ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia di atas ufuk berkisar antara 0° 11,78’ (nol derajat sebelas koma tujuh puluh delapan menit) sampai 2° 21,57’ (dua derajat dua puluh satu koma lima puluh tujuh derajat menit). Dengan sudut elongasi antara 4,39° (empat koma tiga puluh sembilan derajat) sampai 4,93° (empat koma sembilan puluh tiga derajat).
“Dengan parameter-parameter ini, maka posisi hilal di Indonesia saat ini belum memenuhi Kriteria Baru MABIMS,” papar Wamenag.
Kriteria baru MABIMS menetapkan bahwa secara astronomis, hilal dapat teramati jika bulan memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasinya minimal 6,4 derajat.
Kedua, Kemenag telah melaksanakan pemantauan atau rukyatul hilal pada 99 titik di Indonesia. “Dari 34 provinsi yang telah kita tempatkan pemantau hilal, tidak ada satu pun dari mereka yang menyaksikan hilal,” kata Wamenag.
Editor: Aas Arbi











