KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) akan melakukan peremajaan armada pemadam kebakaran (damkar) secara bertahap menyusul kondisi sebagian besar kendaraan operasional yang mulai menua.
Dari 16 unit mobil pemadam yang dimiliki Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel, hanya enam unit yang masih dalam kondisi prima. Sementara 10 unit lainnya mengalami penurunan performa karena telah beroperasi lebih dari satu dekade.
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Tangsel, Ahmad Dohiri mengatakan, usia armada menjadi tantangan dalam menjaga pelayanan penanganan kebakaran tetap optimal.
Meski demikian, seluruh kendaraan yang masih memungkinkan tetap dioperasikan setelah menjalani perawatan rutin.
“Armada yang ada terus kami maksimalkan agar tetap siap digunakan saat terjadi keadaan darurat. Kendaraan yang usianya sudah tua tetap dirawat sehingga masih bisa mendukung pelayanan kepada masyarakat,” ujar Dohiri, Rabu 15 Juli 2026.
Selain 16 mobil pemadam, DPKP juga memiliki tujuh kendaraan pendukung yang terdiri atas mobil penyelamatan, mobil komando, mobil peralatan, ambulans, hingga sepeda motor operasional.
Menurut Ahmad Dohiri, satu unit mobil pemadam bahkan sudah tidak lagi dapat dioperasikan. Kendaraan tersebut direncanakan dialihfungsikan menjadi mobil edukasi kebakaran bagi anak-anak sebagai sarana pembelajaran mitigasi bencana sejak dini.
Ia menambahkan, kebutuhan armada damkar di Tangsel masih belum ideal. Mengacu pada standar pelayanan, setiap pos damkar membutuhkan sedikitnya dua unit mobil pemadam, sedangkan markas komando memerlukan empat unit.
Dengan tujuh pos yang telah beroperasi dan satu pos baru yang akan dibangun di Kecamatan Setu, Tangsel membutuhkan sekitar 20 unit armada dalam kondisi layak.
Editor: Abdul Rozak











