CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon membuka layanan pengaduan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023 di Kota Cilegon.
Sekretaris Dindikbud Kota Cilegon Suhendi menjelaskan, disediakannya layanan pengaduan atau bantuan terkait PPDB tersebut untuk menerima informasi dan keluhan dari masyarakat termasuk apabila terdapat kesulitan untuk mengakses sistem PPDB yang dilakukan secara daring.
“Jadi kalau ada orangtua yang kesulitan mendaftarkan anaknya bisa datang ke sini karena di kita juga punya panitia. Untuk pengaduan juga ada. Yang membantu untuk mendaftarkan misalkan orangtuanya gaptek dan sebagainya bisa ke Dindik, kita juga ada panitianya sendiri setiap hari stand by selama pendaftaran,” ujarnya, Selasa 20 Juni 2023.
Diketahui, untuk pelaksanaan PPDB jenjang SD Negeri dimulai pada 19 sampai dengan 22 Juni dan pada 23 Juni untuk pengumuman secara online.
“Jadi masa verifikasi berkas sampai tanggal 22 Juni. Walaupun online juga nanti untuk berkasnya tetap di cek keasliannya di sekolah yang dituju,” ujarnya.
Sedangkan untuk jenjang SMP Negeri pelaksanaan PPDB 2023 dibagi dua gelombang. Untuk jalur afirmasi, perpindahan tugas orangtua dan prestasi dibuka pada 19 hingga 21 Juni dan hasilnya diumumkan pada 23 Juni. Sedangkan untuk zonasi dibuka pada 26 Juni 2023.
“Jadi untuk SMP Negeri ada dua gelombang. Adapun untuk kuota persentasinya adalah zonasi 50 persen, perpindahan tugas orangtua 5 persen, afirmasi 15 persen dan prestasi 30 persen,” jelasnya.
Suhendi mengaku telah menyosialisasikan ke sekolah-sekolah melalui kepala sekolah. Dimana PPDB tahun ini bakal diawasi oleh Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Banten dan Aparat Penegak Hukum (APH).
“Kemarin kami diundang sama Ombudsman untuk koordinasi terkait pengawasan PPDB. Jadi Ombudsman juga akan turun. Dari pemerintah juga melalui BPMP (Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan) akan turun jadi banyak yang mengawasi ditambah Inspektorat juga,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dindikbud Kota Cilegon Heni Anita Susila mengatakan, saat ini di Kota Cilegon terdapat 149 SD Negeri dan 16 SMP Negeri. Kemudian jika ada sekolah di wilayahnya kurang bagus sinyalnya, seperti di Watulawang dan Gunung Batur, masyarakat bisa langsung datang ke sekolahnya.
“Kita tetap menerapkan daring tetapi jika terkendala mungkin bisa langsung ke sekolah, bisa dibantu. Pokoknya pelayanan tetap dibuat semudah mungkin,” ucapnya. (*)
Reporter : Bayu Mulyana
Editor : Mastur











