SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Jumlah kasus stunting di Kabupaten Serang setiap tahunnya terus menurun.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) sejak tahun 2019, jumlah kasus stunting di Kabupaten Serang mencapai 39,43 persen dan mengalami penurunan yang signifikan pada tahun 2022 menjadi 26,4 persen.
Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Serang Tarkul Wasyit mengatakan, pihaknya memiliki berbagai strategi dalam penurunan stunting pada tahun 2023.
“Untuk pencegahan stunting di 2023 strateginya kita mengoptimalkan konfergensi pelaksanaan stunting. Artinya kita melakukan kolaborasi, koordinasi dengan semua tim TPP se-Kabupaten Serang,” katanya, Senin 26 Juni 2023.
Selain itu, pihaknya juga saat ini melakukan intervensi baik spesifik maupun intervensi sensitif secara maksimal di wilayah-wilayah yang memiliki kasus stunting yang sangat tinggi.
“Tahun 2023 lokus (lokasi khusus penanganan stunting) ada di delapan kecamatan dan 10 desa yang ada di Kabupaten Serang antara lain Kecamatan Petir, Tunjung Teja, Puloampel, Padarincang, Bojonegara,” jelasnya.
Di kecamatan tersebut, nantinya seluruh OPD dan perangkat daerah akan melakukan intervensi secara maksimal guna menurunkan angka kasus stunting.
Setiap OPD memiliki program masing-masing. Khusus untuk DKBP3A Kabupaten Serang, pihaknya akan melakukan komunikasi informasi dan edukasi kepada keluarga sasaran yang beresiko stunting.
“Pertama yakni keluarga yang memiliki remaja putri, berarti calon pengantin, kedua pasangan usia subur, ketiga ialah ibu hamil yang berada di lokus dan yang keempat balita dibawa 2 tahun,” jelasnya.
Nantinya akan ada berbagai intervensi yang dilakukan menyesuaikan dengan kebutuhan. “Bagi ibu hamil termasuk pemberian pil tambah darah, kemudian intervensi berikutnya adalah balita yang dibawah dua tahun itu yang perlu diberi intervensi spesifik, pemberian makanan tambahan berupa paket hemat penuh gizi,” imbuhnya.
Lebih lanjut, pihaknya saat ini tengah melakukan perencanaan penggarapan lokus stunting di tahun 2024 guna mengejar target penurunan stunting secara nasional.
“Sekarang sedang kita tentukan lokusnya sehingga kita undang para camat, kepala desa yang ada lokus stunting tahun 2024 sebagai persiapan perencanaan,” pungkasnya. (*)
Reporter : Ahmad Rizal Ramdhani
Editor : Mastur











