SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mengalokasikan anggaran penanganan stunting tahun 2023 sebesar Rp 45 miliar.
Walikota Serang, Syafrudin mengatakan, pengentasan stunting di Kota Serang merupakan salah satu visi-misi yang dicanangkan olehnya bersama Wakil Walikota Serang, Subadri Ushuludin.
“Sebenarnya ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Yang pertama, visi-misi Walikota dan Wakil Walikota dari 2018 itu sudah mulai bergerak,” ujarnya, Selasa, 27 Juni 2023.
Syafrudin mengatakan, program pengentasan stunting juga merupakan program yang dicanangkan Pemerintah Pusat dan diikuti oleh seluruh Pemerintah Daerah.
“Karena memang pengentasan stunting ini, di samping juga memang program, penekanan dari Pusat, kemudian Daerah juga mengikuti,” katanya.
Syafrudin menjelaskan, untuk menurunkan angka stunting di Kota Serang, Pemkot akan menganggarkan penanganan stunting kepada OPD, hingga Kecamatan dan Kelurahan.
“Mudah-mudahan di akhir jabatan kami di tahun 2023 semua OPD kita anggarkan untuk rangka penanganan stunting, baik dinas maupun Lurah dan Camat, kita anggarkan untuk penanganan stunting,” katanya.
Syafrudin mengatakan, penyebab stunting di Kota Serang tersebut ada berbagai faktor.
“Penyebab stunting itu bukan hanya karena makanan saja, tapi ada lingkunhan, sanitasi, drainase, kekumuhan, air bersih dan sebagainya,” katanya.
Adapun anggaran penanganan stunting Kota Serang di tahun 2023, kata Syafrudin, sebesar Rp 45 miliar untuk seluruh OPD hingga tingkat Kelurahan.
“Dianggarkan untuk penanganan stunting itu sebesar Rp 45 miliar untuk semua OPD sampai tingkat Kelurahan di tahun 2023,” tuturnya.
Kemudian, ia berharap, pada tahun 2023 angka stunting di Kota Serang dapat menurun, seiring masa jabatannya yang akan berakhir pada Desember mendatang.
“Mudah-mudahan di tahun 2023 ini banyak penurunan karena standar Pemerintah itu di angka 24 persen, tapi sebenarnya kita sudah di bawah itu. Kemudian semua OPD bertanggung jawab, karena tidak hanya Dinas Kesehatan saja,” tutupnya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agus Priwandono











