SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Serang menyiapkan sistem parkir digital berbasis non-tunai sebagai langkah tegas untuk menghapus praktik pungutan liar (pungli) dan kebocoran retribusi parkir. Kebijakan ini menjadi bagian dari transformasi menuju konsep smart city 2026.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menegaskan bahwa seluruh transaksi parkir ke depan akan dilakukan secara digital dan langsung masuk ke kas daerah.
“Kita akan terapkan parkir digital agar tidak ada lagi kebocoran dan pungutan liar, semua pembayaran langsung masuk kas daerah,” ujarnya, Minggu, 26 April 2026.
Melalui sistem ini, masyarakat dapat melakukan pembayaran parkir dengan memindai QRIS atau menggunakan skema berlangganan tahunan. Tarif yang dikenakan akan sesuai dengan peraturan daerah (perda), sehingga tidak ada lagi penarikan biaya parkir secara tidak resmi di lapangan.
Digitalisasi parkir juga akan menata peran juru parkir (jukir). Pemkot Serang memastikan para jukir tetap dilibatkan, namun dengan status yang lebih jelas dan sistem penggajian resmi melalui anggaran daerah, bukan lagi dari setoran langsung di lapangan.
Menurut Budi, perubahan sistem ini berpotensi menimbulkan penyesuaian di lapangan, sehingga regulasi pendukung sedang disiapkan secara matang sebelum diterapkan secara menyeluruh.
“Targetnya bertahap. Parkir digital jadi pintu masuk, lalu seluruh layanan publik Serang beralih digital sepanjang 2026. Transparan dan tertib, smart city dimulai dari parkir,” jelasnya.
Selama ini, kebocoran retribusi parkir menjadi salah satu persoalan yang kerap disorot. Dengan sistem digital, setiap transaksi akan tercatat otomatis sehingga potensi pungli dapat ditekan secara signifikan.
Selain itu, masyarakat akan memperoleh bukti pembayaran secara langsung, sementara pemerintah daerah mendapatkan data real-time untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Langkah ini juga menjadi bagian dari penataan wajah ibu kota Provinsi Banten, di mana berbagai layanan publik seperti jalan, pasar, hingga parkir diarahkan menuju sistem digital terintegrasi.
“Transparan, tertib, dan warga tidak dirugikan tarif liar. Jika berjalan baik, Serang bisa menjadi salah satu kota terdepan di Banten dalam penerapan parkir non-tunai terintegrasi,” katanya.
Editor: Mastur Huda










