RADARBANTEN.CO.ID – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 5,0 Skala Richter mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu, 2 Juli 2023, pukul 02.44.18 WITA. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo Magnitudo 4,8 Skala Richter dengan Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,89° LS ; 117,69° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 73 Kilometer arah Timur Laut Sumbawa Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 15 kilometer.
Menurut Kepala Stasiun Geofisika Mataram Ardhianto Septiadhi, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal.
“Akibat adanya aktivitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike-slip),” katanya yang dikutip RADARBANTEN.CO.ID, dari postingan Facebook, @Stasiun Geofisika Mataram, Minggu, 2 Juli 2023.
Dijelaskan Ardhianto, bahwa Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Kabupaten Bima dengan skala intensitas III MMI. Getaran dirasakan nyata dalam rumah.
“Terasa getaran seakan akan truk berlalu dan di daerah Sumbawa dan Sumbawa Barat dengan skala intensitas II MMI. Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang,” katanya.
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi berpusat di Timur Laut Sumbawa NTB tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 03.20 WITA, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 2 (dua) gempabumi susulan (aftershock).
“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa,” katanya.
Kemudian periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa. Ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.
“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Aas Arbi











