CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon menyebut, kasus gigitan hewan penularan rabies di Kota Cilegon meningkat hingga pertengahan tahun 2023.
“Di Cilegon, hingga Juni 2023 ini menurut data dari sembilan Puskesmas di Kota Cilegon, kasus gigitan hewan pembawa rabies hingga saat ini ada 28 orang, sedangkan tahun lalu ada 31 orang. Ini perlu diwaspadai adanya potensi peningkatan karena saat ini baru di pertengahan tahun,” kata Kepala Bidang Pemenuhan Upaya Kesehatan Masyarakat dan Upaya Kesehatan Perorangan pada Dinkes Kota Cilegon, Febrinaldo, Minggu, 9 Juli 2023.
Kendati demikian, kata Febri, dari kasus gigitan hewan pembawa rabies itu, tidak ditemukan korban yang positif rabies. Karena, hewan pembawa rabies seperti anjing, kucing, kera, dan kelelawar yang menggigit belum tentu rabies.
“Untuk itu, di setiap penangan kasus gigitan hewan rabies kita langsung berikan vaksin antirabies dan dibersihkan lukanya serta diberikan dua dosis secara intramuskuler kemudian hari ketujuh satu dosis dan hari ke-21 diberikan lagi satu dosis,” katanya.
“Setiap kasus yang kita temukan gigitan hewan liar juga kita laporkan ke Puskeswan DKPP Kota Cilegon, untuk dilakukan observasi terhadap hewannya selama 14 hari, jika hewannya mati ada kemungkinan itu rabies tetapi bakal ditindaklanjuti dengan pemeriksaan laboratorium di Bogor. Namun hingga kini belum ada kematian hewan dengan waktu yang diperkirakan,” tambahnya.
Febri juga menyampaikan beberapa gejala yang ditimbulkan jika orang yang terkena gigitan hewan pembawa rabies.
Yakni, sekitar empat sampai 12 pekan setelah tergigit, badan terasa demam, nyeri pada tulang, air yang berlebih. Jika tidak ditangani, bisa mengakibatkan kematian.
Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat jika terkena gigitan hewan pembawa rabies harus dibersihkan dan segera datang ke Puskesmas untuk divaksin dan hewan tersebut diperiksa ke dokter hewan yang berada di Puskeswan.
“Selain itu juga jika kita punya hewan peliharaan pembawa rabies agar dijaga dan diberikan vaksin rabies,” tutupnya. (*)
Reporter: Rajudin
Editor: Agus Priwandono

