LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Lebak gencar melakukan sosialisasi penganekaragaman konsumsi pangan. Sebab, permasalahan pola pangan yang dihadapi saat ini adalah kebiasaan makan masyarakat yang kurang mendukung konsumsi pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA).
“Pola konsumsi pangan masyarakat sekarang masih menunjukan kecenderungan kurang beragam dari jenis pangan dan keseimbangan gizinya, sehingga kondisi ini
mengakibatkan terjadinya masalah kurang gizi salah satunya yaitu stunting,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak Nana Sunjana, Minggu, 30 Juli 2023.
Dia menjelaskan bahwa semakin beragam bahan makanan yang dikonsumsi maka akan semakin lengkap kandungan gizinya, baik makro (karbohidrat, protein, lemak) maupun mikro (vitamin, mineral). Itupun harus diikuti dengan jumlah seimbang atau disesuaikan dengan kebutuhan berdasarkan usia, jenis kelamin, aktivitas dan berat badan ideal serta waktu makan.
“Selain itu juga harus aman dalam artian bebas bahan kimia (bahan tambahan pangan yang salah), fisik dan biologis,” ujar mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lebak ini.
Kabid Penganekaragaman Pangan Erwin Yudaswara menambahkan, pihaknya saat ini terus gencar mensosialisasikan B2SA, termasuk ke kalangan remaja dan pelajar SMA.
Hal itu dalam rangka peningkatan pemahaman tentang mengkonsumsi pangan yang beragam, bergizi di tingkat SMA yang merupakan sekolah yang terletak di kecamatan lokasi khusus Percepatan
penurunan Stunting yaitu SMAN 1 Cibadak, MAN 1, SMAN 1 Cibeber dan SMAN 1 Cimarga.
“Salah satu kelompok potensial yang patut dan tepat disasar agar berperan dalam pencegahan stunting adalah remaja. Karena remaja merupakan calon orang tua di masa yang akan datang,” katanya.
Menurutnya, sebagaian besar remaja belum menerapkan pola makan dengan gizi seimbang. Mereka lebih banyak mengonsumsi makanan yang sifatnya instan.
“Buah-buahan dan sayur-sayuran jarang mereka konsumsi, hal mana itu menyebabkan asupan vitamin dan gizi yang dibutuhkan oleh remaja tidak dapat terpenuhi,” ujarnya. (*)
Reporter: Nurabidin
Editor: Agus Priwandono











