SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Warga Kabupaten Serang diminta untuk tidak panik dalam menyikapi pemberitaan mengenai El Nino yang kini sedang ramai dibahas.
Berdasarkan data yang diterima dari BPBD Provinsi Banten, setidaknya ada kurang lebih lima Kecamatan di Kabupaten Serang yang terancam kekeringan. Yakni, Kecamatan Ciomas, Pontang, Lebakwangi, Tirtayasa, dan Tanara.
Kepala BPBD Kabupaten Serang, Nana Sukmana Kusuma mengatakan, dampak utama yang disebabkan oleh El Nino ialah kekeringan. Hal itu tentunya harus diwaspadai oleh warga di Kabupaten Serang.
“Di Kabupaten Serang wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak El Nino itu wilayah bagian Timur dan Utara karena memang utara daerah pesisir sedangkan daerah Timur daerah industri,” katanya, Selasa, 1 Agustus 2023.
Ia meminta kepada masyarakat di Kabupaten Serang untuk tidak panik dalam menyikapi pemberitaan yang beredar mengenai El Nino.
“Langkah yang dapat dilakukan masyarakat ialah hemat penggunaan air kalau memang di wilayahnya sering kekeringan atau kesulitan air bersih lebih bijak menggunakan air bersih,” jelasnya.
Ia mengatakan, selain kekeringan mayarakat juga harus mewaspadai mengenai potensi kebakaran karena banyaknya lahan-lahan yang mengalami kekeringan.
“Ilalang atau lahan kosong yang mudah terpicu api, artinya lebih mewaspadai di cuaca yang panas terik. Jangan sampai bakar sampah atau buang puntung rokok sembarangan sehingga memicu kebakaran. Harus lebih waspada. Karena kebakaran banyak terjadi akibat keteledoran kita sendiri,” jelasnya.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Serang, Tubagus Entus Mahmud Sahiri mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengantisipasi dampak yang akan ditimbulkan oleh El Nino.
“Saya kira informasi ini harus disikapi secara serius jika tidak disikapi baik maka peringatan yang disampaikan oleh Pemerintah Pusat itu terjadi di Kabupaten Serang,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihaknya akan berupaya keras untuk meminimalisir dampak-dampak buruk dari El Nino di Kabupaten Serang.
“Kita akan hadapi dengan sinergi, dengan komunikasi dan sosialisasi mudah-mudahan dampak buruk tidak terjadi di kita tidak membawa korban,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agus Priwandono











