SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Serang membuat sebagian wilayah kembali terendam. Ratusan warga mengungsi untuk keselamatannya.
Berdasarkan data, per tanggal 2 Januari 2026 hingga Minggu, 1 Februari 2026, ada 66 desa di 24 kecamatan yang terdampak banjir.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, masih ada empat desa di tiga kecamatan yang dilanda banjir dengan ketinggian hingga 70 sentimeter. Yakni, Kecamatan Binuang, Carenang, dan Tanara yang membuat 871 warga mengungsi.
Anggota Pusdalops pada BPBD Kabupaten Serang, Jhoni Ewangga mengatakan, banjir yang melanda di wilayah Kabupaten Serang diakibatkan oleh intensitas hujan tinggi, beberapa pekan terakhir.
“Hujan sedang hingga lebat dengan intensitas tinggi, luapan sungai, dan disertai angin kencang yang mengakibatkan kejadian banjir, angin kencang, pergerakan tanah di beberapa wilayah Kabupaten Serang,” katanya, Minggu, 1 Februari 2026.
Ia mengatakan, berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan selama periode tersebut, ada sebanyak 39.758 warga dengan satu orang meninggal dunia yang menjadi korban.
“Terdiri dari 1.367 lansia, 2.884 balita,1.721 anak-anak, 17 ibu hamil, 46, ibu menyusui,” ujarnya.
“Hingga saat ini masih ada sebanyak 875 jiwa yang mengungsi. Untuk titik pengungsian di Kecamatan Carenang, berada di Perumahan Grand Mekarsari dengan jumlah pengungsian 368 jiwa, lalu di Kampung Kuranji 149 jiwa, Kampung Kawaran 25 jiwa, dan di Kecamatan Tanara, Desa Sukamaju, di Kampung Kemuludan 329 jiwa,” ujarnya.
Selama periode tersebut, lanjut Joni, banjir merendam sebanyak 9.948 rumah dan membuat dua rumah mengalami rusak berat. Lalu, banjir juga mengakibatkan 31 fasos dan fasum terendam juga akses jalan.
“Kita terus melakukan pemantauan dan monitoring di wilayah terdampak banjir serta berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk melakukan pemenuhan kebutuhan dasar korban terdampak,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, sebagian warga terdampak banjir melakukan evakuasi secara mandiri dengan mengungsi ke rumah sanak saudara.
Ia pun menghimbau masyarakat untuk tetap waspada lantaran masih ada potensi cuaca ekstrim di wilayah Kabupaten Serang bagian Timur hingga 2 Februari 2026.
Editor: Agus Priwandono











