CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah atlet panjat tebing Kota Cilegon mengundurkan diri dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Cilegon.
Atlet yang telah banyak mendapatkan mendali itu mengundurkan diri karena kecewa terhadap sikap FPTI Kota Cilegon.
Sejumlah atlet yang mengundurkan diri di antaranya Siti Fatmawati, Ariani Agustina, Nurlita Resti Aini, Adinda Widiyaningsih, Abdillah dan Farhana Al Azhari.
Mereka mendatangi Sekretariat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cilegon di Stadion Seruni, Kecamatan Cibeber, untuk menyerahkan surat pengunduran diri, Jumat, 4 Agustus 2023.
Salah seorang atlet panjat tebing Siti Fatmawati mengatakan, pengunduran diri mereka berawal dari kekecewaan atas hasil Musyawarah Cabang (Muscab) FPTI Kota Cilegon yang disinyalair ditunggangi oleh kepentingan dari berbagai pihak, mulai dari pengurus cabang (Pengcab) FPTI Kota Cilegon, KONI Kota Cilegon hingga ketidaknetralan Pengurus Provinsi (Pengprov) FPTI Banten.
Ia memaparkan bahwa proses pemilihan Ketua Umum FPTI Kota Cilegon periode 2023-2027 telah dilaksanakan secara demokratis, sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) FPTI melalui Muscab FPTI Kota Cilegon yang digelar di Greenotel Cilegon pada Sabtu, 15 Juli 2023.
Melalui pemungutan suara yang dilakukan dengan jujur dan adil, masing-masing klub mendapatkan satu hak suara dengan total keseluruhan 14 suara yang terdiri dari 13 klub dan 1 pengcab.
Namun, pada pemungutan suara tersebut, Fajar Oktavianto dan Rahmat Hidayat sama-sama memperoleh 7 suara alias hasil berimbang.
Karena hasil berimbang, maka dilakukan pemungutan suara ulang dengan kesepakatan forum bahwa yang memiliki hak suara adalah utusan atau peserta Muscab FPTI Kota Cilegon yang membawa surat mandat, akhirnya disepakati bahwa terdapat 20 peserta yang memiliki hak suara. Di mana, pada pemungutan suara putaran kedua tersebut Fajar Oktavianto memperoleh 13 suara dan Rahmat Hidayat memperoleh 7 suara dengan total suara sah sebanyak 20.
Dan pada saat itu juga Pimpinan Sidang Muscab FPTI Kota Cilegon menetapkan dan memutuskan Fajar Oktavianto Firdaus sebagai Ketua Umum FPTI Kota Cilegon terpilih Periode 2023-2027 menggantikan Ketua Umum FPTI Kota Cilegon sebelumnya, Iskandar.
Namun di tengah perjalanan surat rekomendasi yang seharusnya dikeluarkan oleh KONI Kota Cilegon tidak diberikan kepada Fajar Oktavianto sebagai Formatur Ketua Umum terpilih. Padahal, surat rekomendasi itu dibutuhkan untuk mengajukan SK ke Pengprov FPTI Banten.
“Alasannya sih ada surat gugatan yang masuk, katanya dari klub pendukung Rahmat Hidayat keberatan atas hasil pemilihan Ketua Umum FPTI Kota Cilegon yang digelar di Greenotel Cilegon,” ujar Fatma.
Padahal, lanjut Fatma, KONI Cilegon hanya memiliki wewenang untuk mengeluarkan surat rekomendasi saja dan tidak memiliki wewenang atau bahkan melakukan intervensi dalam permasalahan internal FPTI Kota Cilegon.
“Mungkin, karena pihak KONI Kota Cilegon tersadarkan atas wewenang dan tanggungjawabnya, akhirnya melimpahkan surat gugatan tersebut ke Pengprov FPTI Banten,” terangnya.
Selain itu, Fatma mengaku sempat diusir dan hendak dikeluarkan dari ruangan oleh pimpinan sidang dalam pelaksanaan Muscab ulang FPTI Kota Cilegon.
“Di situ kan agendanya udah enggak jelas, enggak karuan deh, setiap kali tim kami yang hendak berbicara selalu dibatasi, malah saya sempat diusir. Kisruh pokoknya, videonya ada kok,” imbuhnya.
“Padahal kan masih ada masalah yang belum terselesaikan, tapi tetap memaksakan untuk vote ulang, akhirnya ya kami memilih untuk walk out,” pungkasnya.
Atlet lainnya, Ariani Agustina, mengundurkan diri karena merasa tidak pernah dihargai bahkan sering mendapatkan intimidasi dari Pengcab FPTI Kota Cilegon.
Padahal, Ariani sedikitnya telah menyumbang 38 medali yang terdiri dari 14 emas, 15 perak, dan 9 perunggu baik level Kota Cilegon maupun Provinsi.
“Diomongin atlet tidak punya attitude, nggak ada kontribusinya, di bilang atlet tahu bulat dadakan, latihan kalau ada event aja. Belum lagi ada informasi kalau atlet lama bakal dibuang gitu sama kepengurusan yang baru. Enggak usah nunggu dibuang, kita langsung mengundurkan diri,” tegasnya. (*)
Reporter Bayu Mulyana
Editor ; Aas Arbi











