SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Mayat pria yang ditemukan di kali Kampung Kadikaran, Desa Kadikaran, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Senin pagi 14 Agustus 2023 lalu, diduga merupakan korban pembunuhan.
Dalam 24 jam setelah kasus penemuan mayat tersebut, aparat kepolisian dari Satreskrim Polres Serang berhasil menangkap pelaku.
“Dalam 1×24 jam pelaku sudah ditangkap,” ujar Kasi Humas Polres Serang Iptu Dedi Jumhaedi, Selasa 15 Agustus 2023.
Dedi belum dapat menjelaskan kronologi penangkapan dan motif pelaku. Rencananya, Polres Serang akan menggelar konferensi pers kasus tersebut pada siang ini. “Nanti prescon (konferensi pers) di Aula Polres Serang jam 13.00 WIB,” ujar Dedi.
Sebelumnya Dedi mengatakan, mayat tersebut awalnya ditemukan tanpa identitas. Setelah proses identifikasi, mayat tersebut diketahui Tohir warga dari Kampung Karang Anyar, Desa Singamerta, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang.
Mayat pria berusia 33 tahun tersebut ditemukan sekira pukul 06.15 WIB oleh warga sekitar yang sedang berjalan di pinggir kali. Warga yang menemukan mayat tersebut lantas menariknya ke pinggir kali.
“Mayat tersebut ditemukan sekitar pukul 06.15 WIB oleh warga sekitar yang sedang berjalan di pinggir kali,” ujar Dedi.
Dedi mengungkapkan, penemuan mayat tersebut oleh warga dilaporkan kepada petugas Bhabinkamtibmas Polsek Ciruas Bripka Gun Gun. Mendapat informasi tersebut, Bripka Gun Gun langsung melapor ke rekannya di bagian Reskrim Polsek Ciruas.
“Setelah dilaporkan ke petugas Reskrim Polsek Ciruas, penemuan mayat tersebut langsung dikoordinasikan dengan tim Inafis Polres Serang untuk proses identifikasi lebih lanjut,” ungkap Dedi.
Dedi mengungkapkan, mayat yang mengenakan celana pendek berwarna cokelat tersebut telah dievakuasi petugas ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten. “Untuk jenazah tadi telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten,” ungkap Dedi.
Sementara itu, Kapolsek Ciruas Kompol Suhara mengungkapkan, dari pemeriksaan visum terdapat luka lebam pada bagian wajah mayat. Diduga luka lebam tersebut disebabkan oleh tindak kekerasan. “Dari hasil visum, luka lebam pada wajah diduga akibat tindak kekerasan,” ujar Suhara.
Suhara mengatakan, dari hasil penelusuran anggota di lapangan, korban sudah beberapa hari tidak pulang ke rumahnya. Ia pun tidak mengetahui korban tinggal bersama siapa sebelum ditemukan tewas. Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan.
“Dari informasi yang kita dapat, korban tidak berada di rumah dalam beberapa hari. Belum diketahui, korban tinggal bersama siapa pada saat itu. Ini yang masih kita selidiki,” tutur perwira menengah Polri tersebut. (*)
Reporter: Fahmi
Editor: Agung S Pambudi











