SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Jumlah kasus kebakaran di Kabupaten Serang mengalami peningkatan signifikan pada Agustus ini.
Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Serang, ada 31 kasus kebakaran selama tiga bulan terakhir. Yakni, delapan kasus pada Juni, enam kasus pada Juli, dan 17 kasus pada Agustus.
Kasus kebakaran yang terjadi selama tiga bulan terakhir itu didominasi oleh kebakaran lahan, yakni mencapai 17 kasus, lain-lain delapan kasus, pemukiman tujuh kasus, dan industri dua kasus.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Boyatno mengatakan, terdapat peningkatan kasus kebakaran yang sangat signifikan pada Agustus.
“Memang memasuki puncak musim kemarau, sehingga pada bulan Agustus ada 17 kasus penanganan kebakaran,” katanya saat ditemui di ruangannya, Rabu, 23 Agustus 2023.
Ia mengatakan, selama tiga bulan terakhir kasus kebakaran yang terjadi di Kabupaten Serang didominasi oleh kebakaran lahan.
Ia pun meminta kepada masyarakat untuk tidak sembarangan membakar sampah, apalagi di tempat-tempat yang banyak ditumbuhi oleh alang-alang.
“Ini banyak kejadian, salah satunya ialah human error. Tentunya kebakaran lahan apabila tidak tertangani dapat berakibat pada lingkungan sekitarnya,” jelasnya.
“Maka kami mengimbau karena ini masuk musim kemarau kepada masyarakat yang memiliki lahan kosong jangan membakar sembarangan karena ini akan berakibat kebakaran,” imbuhnya.
Ia menegaskan jika banyak kasus kebakaran lahan yang terjadi di Kabupaten Serang didominasi oleh pembakaran sampah yang tidak dikontrol.
“Karena sudah biasa membakar sampah akhirnya tidak ditunggu. Namun karena ada angin dan banyak material yang mudah terbakar makanya membesar,” jelasnya.
Saat ini, ada enam unit kendaraan pemadam kebakaran milik Damkar Kabupaten Serang yang siap diluncurkan apabila terjadi kecelakaan.
“Dan kami sudah membuka kerja sama pentahelix dengan pihak perusahaan yang memiliki armada agar dapat membantu penanganan kebakaran,” jelasnya
Lebih lanjut, ia meminta kepada masyarakat agar tidak panik ketika terjadi kebakaran di lingkungannya. Ia meminta masyarakat untuk segera melaporkan apabila terjadi kebakaran.
“Yang paling utama tidak panik dan segera menyelamatkan jiwa,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agus Priwandono











