SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemilihan Legislatif (Pileg) di Daerah Pilih (Dapil) Banten I yang meliputi Kabupaten dan Pandeglang nampaknya akan berlangsung panas. Sebab, pada Pileg itu akan terjadinya pertarungan sengit yang melibatkan tiga nama dinasti di Banten.
Ketiga nama itu yakni klan Jayabaya di Kabupaten Lebak, klan Dimyati di Kabupaten Pandeglang dan juga klan Ratu Atut yang sudah mengakar didua Kabupaten itu.
Dari klan Jayabaya terdapat nama Bupati Lebak dua periode Iti Octavia Jayabaya. Wanita yang berkarir sebagai ketua DPD Demokrat Banten ini maju sebagai caleg DPR RI Dapil Banten I usai menggugurkan jabatannya sebagai Bupati Lebak dua periode pada tahun 2023 ini. Selain itu, ada juga adiknya yakni M Hasbi Asyidiki Jayabaya dari PDIP yang juga menjadi caleg DPR RI dapil Banten I.
Dari klan Dimyati ada tiga nama yakni Achmad Dimyati Natakusumah yang merupakan mantan Bupati Pandeglang dan pertahana di DPR RI Fraksi PKS, anaknya yakni Rizki Aulia Natakusumah yang menjadi caleg DPR RI dapil Banten I dari partai Demokrat dan putri Risya Azzahra Rahimah Natakusumah yang juga nyaleg DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Sementara dari klan Ratu Atut ada nama istri mantan wakil Gubernur Banten yakni Adde Rosi Khoerunnisa yang menjadi caleg DPR RI untuk periode ke dua dari partai Golkar.
Dr Harits Hijrah Wicaksana, Peneliti Banten Institute for Governance Studies (BIGS) sekaligus Pengamat Kebijakan Publik dan Politik berpendapat perebutan suara antara tiga klan guna menduduki kursi DPR RI Dapil Banten I yang hanya berjumpah enam buah kursi saja.
“Kalau kita melihat ini akan ada pertarungan perebutan suara yang dahsyat sekali, saya melihatnya di sini ada beberapa keluarga klan dinasti yang memperebutkan suara di Dapil I,” kata Harits kepada Radar Banten, Rabu 23 Agustus 2023.
Kata Harits, masing-masing klan memiliki kekuatannya di daerah. Seperti klan Dimyati Natakusumah, dimana keluarga ternama ini menguasai daerah Kabupaten Pandeglang. Hal itu dibuktikan dengan perolehan dua kursi DPR RI baik itu oleh Achmad Dimyati maupun putranya Rizki.
“Ini merupakan sejarah pertama kali di Banten ya, ayah dan anak ini menang dalam satu Dapil. Porsi pemilu hari ini yang dahsyatnya memang mereka terpecah, bukan dari satu partai tapi berbeda partai,” kata Harits.
Di sisi klan Jayabaya, terdapat Iti Octavia Jayabaya dan M Hasbi. Keduanya maju dari partai berbeda yakni Demokrat dan PDIP. Namun, posisi klan ini menjadi terancam mengingat Hasbi tidak mendapatkan nomor urut satu dalam pileg nanti. Sebab, PDIP telah memberikan nomor urut satu itu kepada Bonnie.
“Dengan seperti itu saja kita sudah bisa melihat bahwa klan Jayabaya ini agak mulai bergeser walaupun saya meyakini masing-masing punya powernya,” ujarnya.
“Dan mengingat di Pileg 2019 lalu suara Habsi itu tipis, dan hampir saja tidak lolos ke senayan,” tambahnya.
Belum lagi kekuatan klan Ratu Atut, yang mana Golkar sudah terlebih dahulu menebarkan baliho cagub Airin yang bisa diasumsikan sebagai tanda kekuatan klan Atut yang masih kental diakar rumput warga Banten, khususnya mereka yang merasakan langsung dampak kepemimpinan Atut dahulu.
“Di dapil I ini akan ada fight habis-habisan, karena bukan hanya tokoh dari tiga dinasti itu. Ada juga dari Gerindra yang akan mempertahankan satu kursinya dan PPP dengan capital modalnya hari ini juga mendapatkan kursi di dapil I,” ungkapnya.
Menurutnya, suara klan Jayabaya akan semakin terancam ketika klan Dimyati melebarkan kekuatannya ke daerah Kabupaten Lebak.
“Kita tidak bisa memungkiri juga misalkan tadi saya bilang klan Dimyati sudah sangat mengakar di Pandeglang. Saya bisa meyakini bahwa klan ini sudah terstruktur sekali sampai akar rumput bahkan sampai tingkat TPS saya yakin sudah ada timnya. Nah hal ini ketika sudah kuat di Pandeglang, beliau pasti akan mengambil suara juga di wilayah Lebak, nah ini yang menjadi perhatiannya, klan Jayabaya juga apakah bisa mengambil peran di wilayah Pandeglang,” imbuhnya.
Walaupun suhu pileg di dapil Banten I itu panas dengan melibatkan tiga klan, Harits berharap hasil dari Pemilu nanti akan menghasilkan wakil rakyat yang berpihak terhadap wilayah Banten khususnya Banten bagian selatan yang saat ini pembangunan baik dari sektor Pendidikan, Kesehatan maupun pelayanan publik masih tertinggal jauh dari Banten Utara.
Reporter : Yusuf Permana
Editor : Merwanda











