SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemprov Banten memfokuskan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Banten Tahun 2025-2045 pada pencapaian Indonesia Emas.
Tata kerja RPJPD Provinsi Banten 2025-2045 sejalan serta mendorong pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045.
Dalam rangka Provinsi Banten Menuju Indonesia Emas 2045, Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, Pemprov Banten terus melakukan pengembangan potensi wilayah. Setidaknya ada 32 titik pengembangan lokasi investasi dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat.
“Antara lain Central Business District Pesisir Utara Tangerang, pengoperasionalan kereta/LRT/MRT di wilayah Tangerang dan Cilegon sampai Serang Raya,” ujar Al usai membuka Kick Off Meeting Penyusunan RPJPD Provinsi Banten Tahun 2025-2045 dan Launching Banten Development Forum di Hotel Swiss-Belinn Modern, Cikande, Kabupaten Serang, Selasa, 29 Agustus 2023.
Selain itu, lanjut Al, ada juga pengembangan transit oriented development (TOD) di beberapa wilayah Tangerang Raya, penghubung Jalan Tol Serpong-Balaraja dengan Tol Serang – Panimbang dan Jalan Tol Semanan – Rajeg.
Selain itu, ia mengatakan, hal yang perlu dikuatkan untuk mencapai tujuan itu yakni potensi jumlah penduduk angkatan produktif atau pengembangan SDM, bonus demografi, dan faktor lainnya yang menjadi sumber pendapatan daerah yang sudah tumbuh di beberapa daerah di Banten.
Untuk mencapai visi Provinsi Banten Emas 2025-2045, ada beberapa isu strategis yang menjadi fokus pencapaian. Yakni mewujudkan SDM yang berkualitas melalui pendidikan yang berkualitas, derajat kesehatan yang tinggi, dan perlindungan sosial yang merata; perekonomian yang maju dan merata dengan melakukan inovasi yang mendorong produktivitas dan investasi; mengoptimalkan kondisi dan peran lingkungan hidup; mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik; serta penataan tata ruang yang terpadu.
“Hingga tahun 2045, jumlah penduduk di Provinsi Banten diperkirakan hampir mencapai 14 juta jiwa dengan proyeksi usia produktif lebih dari 60 persen,” ungkapnya. Kata dia, hal ini menjadi peluang bagi golongan usia produktif untuk menjadi aktor utama keberlanjutan pembangunan di Provinsi Banten.
“Namun demikian, modal besar tersebut perlu dipersiapkan secara matang untuk dapat menjawab segala tantangan yang terjadi di Banten saat ini,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Al juga memaparkan, capaian indikator makro ekonomi Provinsi Banten cukup baik. “Pada tahun 2022 lalu, terjadi peningkatan sebesar 12,18 persen dari tahun 2007 yang mencapai 61,14 persen,” ungkap pria yang masih menjabat sebagai Sekda Banten definitif ini.
Kemudian, lanjutnya, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada tahun 2022 tumbuh Rp639,82 triliun atau 596 persen dibandingkan tahun 2007 sebesar Rp107,43 triliun. Bahkan, kemiskinan di Banten juga turun 2,83 persen dan Gini Ratio turun -0,007 persen.
Al mengatakan, Kick Off Meeting Penyusunan RPJPD Provinsi Banten Tahun 2025-2045 ini menjadi kesempatan bagi seluruh daerah di Provinsi Banten untuk menyampaikan aspirasinya berkenaan pembangunan yang dimungkinkan bisa dilakukan di wilayah masing-masing.
“Karena sejatinya kemajuan Provinsi Banten itu merupakan agregat dari Kabupaten dan Kota,” ujarnya.
Reporter : Rostinah
Editor : Aas Arbi










