SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kekeringan dampak dari fenomena El Nino telah dirasakan langsung oleh masyarakat di sejumlah daerah di Banten.
Kekeringan itu telah membuat sumber mata air milik warga menjadi mengering, bahkan menyebabkan puluhan hektare sawah menjadi puso alias gagal panen.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mencatat, sedikitnya 41 aduan perihal kekurangan air bersih masuk. Setiap aduan, disebut langsung ditindaklanjuti dengan dikirimnya dua armada mobil tangki air bersih.
“Banyak laporan yang masuk ke kita setiap harinya, kemarin saja kita dapat laporan dari 41 Desa di Banten yang membutuhkan bantuan air bersih,” kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Nana Suryana, Kamis, 31 Agustus 2023.
Nana mengatakan, Kabupaten Lebak menjadi daerah yang paling parah terdampak fenomena El Nino. Pihaknya mencatat, terdapat 27 Kecamatan yang mengalami kekeringan di Lebak.
Pihaknya pun kerap berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lebak maupun BPBD Kabupaten dan Kota lainnya di Banten untuk menangani krisis air bersih yang dirasakan warga.
“Setiap hari kita selalu siagakan dua unit tangki mobil untuk menyuplai air bersih, setiap mobilnya berkapasitas 5.000 liter air. Yang mana air ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih ribuan warga,” kata Nana.
Ia mengatakan, BPBD Privinsi Banten juga akan berkoorinasi dengan stakeholder terkait untuk menambah armada air bersih yang bisa digunakan secara mobile guna memberikan bantuan kepada warga.
Hal itu mengingat fenomena El Nino ini diperikirakan akan menyebabkan kekeringan hingga akhir Oktober 2023. (*)
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agus Priwandono











