PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pandeglang segera membangun kembali tiga buah jembatan ambruk di Kabupaten Pandeglang.
Ketiga jembatan yang sebelumnya ambruk yaitu Jembatan Cukangpanjang, Desa Sukaharja, kecamatan Pulosari, Jembatan Cijahe, Kecamatan Cipeucang dan Jembatan Cisangku, Desa Tanjungan, Kecamatan Cikeusik.
Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pandeglang Ade Juliansah mengatakan, pengerjaan pembangunan tiga jembatan segera dimulai karena sudah dilaksanakan Mutual Check Nol (MC-0).
“Mutual Check Nol ini ialah kegiatan survei kondisi awal semua item pekerjaan di lapangan secara detail. Sebelum dimulainya pengerjaan pembangunan jembatan,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin 4 September 2023.
Ade menjelaskan, Mutual Check Nol dilaksanakan pada tiga buah jembatan yang sebelumnya ambruk. Yaitu Jembatan Cukangpanjang, Desa Sukaharja, Kecamatan Pulosari, Jembatan Cijahe, Kecamatan Cipeucang dan Jembatan Cisangku, Desa Tanjungan, Kecamatan Cikeusik
“Ketiga jembatan masuk skala prioritas dibangun karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Dengan biaya pembangunan bersumber dari Bantuan Keuangan Provinsi Banten,” katanya.
Selain membangun tiga buah jembatan, dana Bankeu sebesar Rp20 miliar digunakan untuk membangun 13 ruas jalan kabupaten. Dalam rangka percepatan program Jakamantul atau Jalan Kabupaten Mantap Betul di Kabupaten Pandeglang.
“Adapun untuk program Jakamantul, tahun anggaran 2023 ini untuk tahap satu sebanyak 103 kegiatan atau paket pekerjaan. Itu sudah selesai kurang lebih 95 persen,” katanya.
Pekerjaan paket proyek dari 103 paket sudah 95 persen yang selesai tinggal sisanya itu lima persen.
“Untuk yang lima persen ini ialah satu paket pengerjaan belum selesai. Yaitu jalan Banjar-Cikeper yang memiliki tenggat waktu 1,5 bulan lagi,” katanya.
Lebih lanjut Ade mengungkapkan, kalau bicara paket sudah selesai 95 persen sedangkan dan untuk pembayaran sudah 90 persen.
“Pembayaran baru mencapai 90 persen karena ada dua pekerjaan belum dibayarkan secara keseluruhan. Satu pekerjaan itu jalan Banjar-Cikeper dan yang keduanya itu bersumber dari DAK karena menunggu tahap ketiga di bulan November 2023,” katanya.
Sumber biaya program Jakamantul tahun 2023 bersumber dari APBD Rp50 miliar. Kemudian dari DAK Rp21 miliar dan Bankeu Provinsi Banten Rp20.
“Jadi kurang lebih Rp90 miliar untuk program Jakamantul tahun 2023 ini,” katanya. (*)
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi











