SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pengamat politik sekaligus akademisi Universitas Serang (Unsera), Ahmad Sururi, memandang bahwa pilihan Surya Paloh untuk meminang Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, sebagai Bakal Calon Wakil Presiden (Bacawapres) yang akan mendampingi Bakal Calon Presiden (Capres), Anies Baswedan, merupakan pilihan yang tepat.
Bukan tanpa alasan, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dinilai merupakan tokoh politik yang berpotensial. Terlebih, dengan mengingat kekuatan dari PKB di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Cak Imin bagus, angka bahwa PKB memperoleh 58 kursi (10,09 persen) dari total 575 kursi DPR RI periode 2019-2024, tidak terlepas dari kemampuan Cak Imin mengonsolidasi suara di Jateng dan Jatim,” ujar Sururi, Selasa, 5 September 2023.
Cak Imin juga disebut memiliki power yang kuat karena sudah mengonsolidasi pesantren-pesantren Nadhatul Ulama di Lirboyo, Tebu Ireng, untuk mengangkat suara PKB.
Menurutnya, kekuatan Cak Imin yang mempunyai basis massa yang kuat di Jateng dan Jatim menjadi alasan Surya Paloh meminangnya menjadi Bacawapres Anies.
“Sejauh ini Surya Paloh berkalkulasi begitu, melihat peluang Anies kecil di Jateng dan Jatim. Sebenarnya yang dimanfaatkan Surya Paloh adalah mesin politik PKB-nya terutama, di daerah Jatim dan Jateng, bukan sepenuhnya figur Cak Imin,”ucapnya.
“Sementara Khofifah bagus tetapi tidak ada Parpol dan kekuatan massanya tidak sekuat Cak Imin,” tambahnya.
Walaupun saat ini Koalisi Perubahan untuk Persatuan telah kehilangan Partai Demokrat, Sururi memandang, hal itu tidak langsung melemahkan kekuatan Anies.
Katanya, kecil kemungkinan bahwa Anies akan ditinggalkan oleh para relawannya pasca deklarasi Anies-Cak Imin.
Ia menilai, Anies susah menjadi suatu magnet yang menjadi kunci kemenangan Koalisi Perubahan untuk Persatuan pada Pemilu 2024.
“Nah, potensi tetap ada tetapi kecil kemungkinannya jika sudah berpikir Anies presiden yang tepat. Bagi pendukung dan sudah menetapkan Anies Presiden 2024, siapa pun Cawapresnya akan tetap pilih Anies,” imbuhnya.
“Sekali lagi, magnet Anies jadi faktor kunci,” pungkasnya. (*)
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agus Priwandono











