“Kolaborasi itu akan menghasilkan karena sudah diterapkan di 55 Kabupaten/Kota di Indonesia,” terangnya.
Kata dia, semangat kerja sama ini untuk meningkatkan kompetensi siswa, khususnya numerasi karena dasar bagi siswa untuk berkompetisi ke depan.
“Numerasi itu sangat penting dan mendasar bagi logika kemampuan seseorang dalam menjalankan fungsinya,” tutur Al.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Tabrani mengatakan, kerja sama ini merupakan dasar untuk melaksanakan pembelajaran dengan metode Gasing, yakni suatu metode pembelajaran matematika dengan langkah demi langkah yang membuat anak menguasai matematika dengan mudah, asik, dan menyenangkan.
“Sesuai dengan kesepakatan, SD dan SMP bisa jalan bulan ini. Kalau SMA bisa berjalan bulan Desember 2023,” ujarnya.
Selesai pelatihan, para siswa dan guru mampu mengimbas ke guru dan siswa lain, untuk meningkatkan numerasi di Provinsi Banten.
Pendiri Yayasan Teknologi Indonesia Jaya, Prof Yohanes Surya mengungkapkan, MoU ini bentuknya adalah pelatihan bagi guru-guru dan siswa-siswa.
Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru dan siswa, karena numerasi di Indonesia masih di bawah standar. (*)
Reporter : Rostinah
Editor: Agus Priwandono












